alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Perbaikan Jalan Laweyan-Sukapura Tunggu Giliran Pengaspalan

WONOMERTO, Radar Bromo – Proyek pelebaran jalan raya Laweyan-Sukapura Kabupaten Probolinggo, terus dikebut. Pengerjaan proyek nasional tersebut tinggal proses pengaspalan jalan.

Hanya saja, pengaspalan terhambat tunggu antrean. Pasalnya, pengaspalan jalan di wilayah Wonomerto itu, menggunakan aspal plastik.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, di sepanjang jalan raya Desa Boto, Kecamatan Wonomerto sudah rampung dibangun saluran air di tepi jalan. Sebagian saluran sisi kanan dan kiri, sebagian lagi hanya satu sisi. Sedangkan pengerjaan pengaspalan pelebaran jalan masih belum tampak dikerjakan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional Wilayah Gempol, Pasuruan dan Probolinggo, Rudi Napitupulu saat dikonfirmasi mengatakan, sesuai rencana, pelebaran jalan Laweyan-Sukapura untuk tahun ini ada di wilayah Wonomerto. Di tengah pandemi Covid-19, pengerjaan tetap ditargetkan rampung sebelum akhir tahun.

”Kalau dari persentase pengerjaan, sudah hampir 60 persen. Kami sangat optimistis, pengerjaan ini rampung sebelum akhir tahunnya,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Ditanya soal hambatan pelebaran jalan tersebut? Rudi menjelaskan, pengerjaan proyek untuk fisik saluran air sudah rampung semua. Untuk pelebaran jalannya sudah siap, tinggal pengaspalannya. Hanya saja, proses pengaspalan sendiri masih menunggu giliran pengaspalan di Bangil Kabupaten Pasuruan Rampung. Mengingat, proyek pelebaran jalan laweyan-Sukapura ini merupakan satu paket dengan pekerjaan lainnya.

”Sebenarnya kami sudah mau ngaspal, hanya saja sekarang kami masih ngaspal di Bangil. Nanti habis dari Bangil langsung geser ke sana (Probolinggo),” terangnya.

Pengaspalan di Bangil sendiri dikatakan Rudi, membutuhkan waktu sekitar 15 hari lagi.

Rudi mengungkapkan, pengaspalan di proyek pelebaran jalan Laweyan-Sukapura, menggunakan aspal campuran plastik. Beda dengan pengaspalan di Bangil yang menggunakan aspal campuran karet.

“Pengaspalan nunggu Bangil, karena jenis aspal campurannya tidak sama. Habiskan dulu pekerjaan aspal karet, terus tangki aspalnya dikosongin baru diganti aspal campuran plastik,” terangnya. (mas/fun)

WONOMERTO, Radar Bromo – Proyek pelebaran jalan raya Laweyan-Sukapura Kabupaten Probolinggo, terus dikebut. Pengerjaan proyek nasional tersebut tinggal proses pengaspalan jalan.

Hanya saja, pengaspalan terhambat tunggu antrean. Pasalnya, pengaspalan jalan di wilayah Wonomerto itu, menggunakan aspal plastik.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, di sepanjang jalan raya Desa Boto, Kecamatan Wonomerto sudah rampung dibangun saluran air di tepi jalan. Sebagian saluran sisi kanan dan kiri, sebagian lagi hanya satu sisi. Sedangkan pengerjaan pengaspalan pelebaran jalan masih belum tampak dikerjakan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional Wilayah Gempol, Pasuruan dan Probolinggo, Rudi Napitupulu saat dikonfirmasi mengatakan, sesuai rencana, pelebaran jalan Laweyan-Sukapura untuk tahun ini ada di wilayah Wonomerto. Di tengah pandemi Covid-19, pengerjaan tetap ditargetkan rampung sebelum akhir tahun.

”Kalau dari persentase pengerjaan, sudah hampir 60 persen. Kami sangat optimistis, pengerjaan ini rampung sebelum akhir tahunnya,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Ditanya soal hambatan pelebaran jalan tersebut? Rudi menjelaskan, pengerjaan proyek untuk fisik saluran air sudah rampung semua. Untuk pelebaran jalannya sudah siap, tinggal pengaspalannya. Hanya saja, proses pengaspalan sendiri masih menunggu giliran pengaspalan di Bangil Kabupaten Pasuruan Rampung. Mengingat, proyek pelebaran jalan laweyan-Sukapura ini merupakan satu paket dengan pekerjaan lainnya.

”Sebenarnya kami sudah mau ngaspal, hanya saja sekarang kami masih ngaspal di Bangil. Nanti habis dari Bangil langsung geser ke sana (Probolinggo),” terangnya.

Pengaspalan di Bangil sendiri dikatakan Rudi, membutuhkan waktu sekitar 15 hari lagi.

Rudi mengungkapkan, pengaspalan di proyek pelebaran jalan Laweyan-Sukapura, menggunakan aspal campuran plastik. Beda dengan pengaspalan di Bangil yang menggunakan aspal campuran karet.

“Pengaspalan nunggu Bangil, karena jenis aspal campurannya tidak sama. Habiskan dulu pekerjaan aspal karet, terus tangki aspalnya dikosongin baru diganti aspal campuran plastik,” terangnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/