alexametrics
25 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Kemenag Tak Berlakukan Karantina saat Jamaah Haji Pulang

KRAKSAAN, Radar Bromo – Persiapan pemulangan jamaah haji Indonesia terus dilakukan. Saat tiba di tanah air nanti, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo menegaskan tidak ada karantina seperti halnya pemberangkatan.

Hal itu diungkap, Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, Akhmad Sruji Bahtiar melalui Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU)-nya Moch Sugianto. Ia memastikan, kepulangan jamaah haji tidak akan ada proses karantina.

“Kepulangan para jamaah tersebut nantinya tidak akan dikarantina seperti halnya pemberangkatan di masa-masa sebelumnya. Sebab, saat ini pandemi Covid-19 sudah berangsur membaik,” ujarnya.

Meski begitu, para jamaah tersebut nantinya tetap akan diperiksa kesehatannya ketika sudah tiba di tanah air. Pemeriksaan hanya meliputi suhu tubuh jemaah.

“Jika suhunya di atas 37,5 derajat, maka akan dites PCR (Polymerase Chain Reaction). Jika positif maka akan langsung dibawa ke rumah sakit rujukan Covid-19 di Surabaya. Jika tidak sampai 37,5 derajat maka hanya akan dites swab antigen,” kata pria asal Kanigaran tersebut.

Kemungkinan besar, lanjutnya, nantinya titik kumpul jemaah haji tersebut ketika sampai di Kabupaten Probolinggo tidak akan mengalami perubahan. Seperti tahun sebelumnya, direncanakan mereka akan dikumpulkan di miniatur kakbah, di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending.

“Tapi sampai sekarang masih belum pasti, karena kami masih belum rapat. Insya Allah masih sama dengan sebelumnya,” ujarnya.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Persiapan pemulangan jamaah haji Indonesia terus dilakukan. Saat tiba di tanah air nanti, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo menegaskan tidak ada karantina seperti halnya pemberangkatan.

Hal itu diungkap, Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, Akhmad Sruji Bahtiar melalui Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU)-nya Moch Sugianto. Ia memastikan, kepulangan jamaah haji tidak akan ada proses karantina.

“Kepulangan para jamaah tersebut nantinya tidak akan dikarantina seperti halnya pemberangkatan di masa-masa sebelumnya. Sebab, saat ini pandemi Covid-19 sudah berangsur membaik,” ujarnya.

Meski begitu, para jamaah tersebut nantinya tetap akan diperiksa kesehatannya ketika sudah tiba di tanah air. Pemeriksaan hanya meliputi suhu tubuh jemaah.

“Jika suhunya di atas 37,5 derajat, maka akan dites PCR (Polymerase Chain Reaction). Jika positif maka akan langsung dibawa ke rumah sakit rujukan Covid-19 di Surabaya. Jika tidak sampai 37,5 derajat maka hanya akan dites swab antigen,” kata pria asal Kanigaran tersebut.

Kemungkinan besar, lanjutnya, nantinya titik kumpul jemaah haji tersebut ketika sampai di Kabupaten Probolinggo tidak akan mengalami perubahan. Seperti tahun sebelumnya, direncanakan mereka akan dikumpulkan di miniatur kakbah, di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending.

“Tapi sampai sekarang masih belum pasti, karena kami masih belum rapat. Insya Allah masih sama dengan sebelumnya,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/