alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Rp 7,8 Miliar BTT Banyak Terserap untuk Bencana

DRINGU, Radar Bromo – Pemkab Probolinggo mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun ini sebesar Rp 56 miliar. Sampai pertengahan tahun, pemakaian BTT didominasi bencana alam, sebesar Rp 7,8 miliar lebih.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, anggaran BTT itu terpakai untuk penanganan bencana nonalam Covid-19 dan bencana alam. Paling besar digunakan untuk penanganan dampak bencana alam yang mencapai sekitar Rp 4,9 miliar. Sedangkan untuk penanganan Covid-19 sekitar Rp 2,9 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Probolinggo, Dewi Korina mengatakan, pemerintah pusat memang mengintruksikan agar daerah mengalokasikan sekian persen untuk anggaran BTT. Tidak hanya untuk penanganan bencana alam, tapi juga bencana nonalam Covid-19. Termasuk penanganan hal lain yang sifatnya tidak terduga.

Pemkab Probolinggo pun mengalokasikan anggaran tidak terduga (TT) sekitar Rp 56 Miliar. Meskipun, penyerapan anggaran tidak terduga tahun ini masih rendah.

”Untuk dana TT sendiri, saat ini masih tersisa sekitar Rp 48,2 Miliar. Dari alokasi sekitar Rp 56 Miliar, sudah terpakai sekitar Rp 7,9 Miliar,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Sabtu (18/6).

Dewi menerangkan, penyerapan anggaran BTT sekitar Rp 7,9 Miliar itu paling besar untuk penanganan bencana alam. Yaitu sekitar Rp 4,9 miliar. Lalu sekitar Rp 2,9 Miliar terserap untuk penanganan kasus Covid-19.

”Tahun ini ada sejumlah kejadian bencana alam yang harus segera ditangani dampaknya. Yaitu dengan menggunakan belanja tidak terduga,” ujarnya.

DRINGU, Radar Bromo – Pemkab Probolinggo mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun ini sebesar Rp 56 miliar. Sampai pertengahan tahun, pemakaian BTT didominasi bencana alam, sebesar Rp 7,8 miliar lebih.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, anggaran BTT itu terpakai untuk penanganan bencana nonalam Covid-19 dan bencana alam. Paling besar digunakan untuk penanganan dampak bencana alam yang mencapai sekitar Rp 4,9 miliar. Sedangkan untuk penanganan Covid-19 sekitar Rp 2,9 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Probolinggo, Dewi Korina mengatakan, pemerintah pusat memang mengintruksikan agar daerah mengalokasikan sekian persen untuk anggaran BTT. Tidak hanya untuk penanganan bencana alam, tapi juga bencana nonalam Covid-19. Termasuk penanganan hal lain yang sifatnya tidak terduga.

Pemkab Probolinggo pun mengalokasikan anggaran tidak terduga (TT) sekitar Rp 56 Miliar. Meskipun, penyerapan anggaran tidak terduga tahun ini masih rendah.

”Untuk dana TT sendiri, saat ini masih tersisa sekitar Rp 48,2 Miliar. Dari alokasi sekitar Rp 56 Miliar, sudah terpakai sekitar Rp 7,9 Miliar,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Sabtu (18/6).

Dewi menerangkan, penyerapan anggaran BTT sekitar Rp 7,9 Miliar itu paling besar untuk penanganan bencana alam. Yaitu sekitar Rp 4,9 miliar. Lalu sekitar Rp 2,9 Miliar terserap untuk penanganan kasus Covid-19.

”Tahun ini ada sejumlah kejadian bencana alam yang harus segera ditangani dampaknya. Yaitu dengan menggunakan belanja tidak terduga,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/