alexametrics
25 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Kasus DBD Meningkat di Kab Probolinggo, 4 Bulan 4 Pasien Meninggal

DRINGU, Radar Bromo Kasus demam berdarah dengue (DBD) meningkat selama empat bulan terakhir di Kabupaten Probolinggo. Bahkan, empat pasien meninggal dari total 212 kasus.

Angka kasus ini tercatat lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Selama tahun 2021, ada 191 kasus DBD dan menyebabkan kematian pada tiga pasien.

Sedangkan di tahun 2022 hingga akhir bulan April, sudah tercatat 212 kasus DBD. Empat pasien di antaranya bahkan meninggal.

GRAFIS

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica menyebut, empat pasien yang meninggal itu terdiri atas tiga anak-anak dan satu orang dewasa. Mereka berasal dari Pajarakan, Sumberasih, dan Kotaanyar.

”Tiga yang meninggal usia anak-anak dan satu lagi dewasa. Memang usia anak-anak paling rentan terserang DBD,” terangnya.

Saat ini, menurutnya, sebagian besar pasien sudah dinyatakan sembuh. Ada juga yang masih menjalani perawatan.

Dewi mengatakan, DBD menjadi salah satu penyakit yang harus diwaspadai saat musim hujan. Karena bila tidak ditangani secara cepat dan tepat dapat berkembang dengan cepat. Temuan kasusnya cenderung meningkat bersamaan dengan puncak musim hujan.

Namun, selama pancaroba atau musim peralihan seperti sekarang, sering terjadi tren kasus DBD juga meningkat. “Memang DBD ini penyakit musiman. Perlu diwaspadai peningkatan kasus saat curah hujan tinggi dan saat pancaroba,” tambahnya. (mas/hn)

DRINGU, Radar Bromo Kasus demam berdarah dengue (DBD) meningkat selama empat bulan terakhir di Kabupaten Probolinggo. Bahkan, empat pasien meninggal dari total 212 kasus.

Angka kasus ini tercatat lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Selama tahun 2021, ada 191 kasus DBD dan menyebabkan kematian pada tiga pasien.

Sedangkan di tahun 2022 hingga akhir bulan April, sudah tercatat 212 kasus DBD. Empat pasien di antaranya bahkan meninggal.

GRAFIS

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica menyebut, empat pasien yang meninggal itu terdiri atas tiga anak-anak dan satu orang dewasa. Mereka berasal dari Pajarakan, Sumberasih, dan Kotaanyar.

”Tiga yang meninggal usia anak-anak dan satu lagi dewasa. Memang usia anak-anak paling rentan terserang DBD,” terangnya.

Saat ini, menurutnya, sebagian besar pasien sudah dinyatakan sembuh. Ada juga yang masih menjalani perawatan.

Dewi mengatakan, DBD menjadi salah satu penyakit yang harus diwaspadai saat musim hujan. Karena bila tidak ditangani secara cepat dan tepat dapat berkembang dengan cepat. Temuan kasusnya cenderung meningkat bersamaan dengan puncak musim hujan.

Namun, selama pancaroba atau musim peralihan seperti sekarang, sering terjadi tren kasus DBD juga meningkat. “Memang DBD ini penyakit musiman. Perlu diwaspadai peningkatan kasus saat curah hujan tinggi dan saat pancaroba,” tambahnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/