alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Bentuk Juru Timbang untuk Perluas Pelayanan Metrologi di Pasar Tradisional

KRAKSAAN, Radar Bromo – Luasnya jangkauan layanan UPT Metrologi Legal membuat layananan kemetrologian kurang maksimal. Terutama untuk melayani pedagang di pasar tradisional. Alhasil, UPT Metrologi Legal Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo petugas harus bekerja ekstra.

Kepala UPT Metrologi Legal Diyah Setyo Rini mengatakan bahwa wilayah kerjanya sangat luas. Terdapat 34 pasar tradisional di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Kondisi tersebut membuat pihaknya harus bekerja ekstra untuk melayani pedagang pasar tradisional. Tak dapat dipungkiri, jika kerja yang saat ini ditelah dilakukan masih kurang maksimal. Sehingga perlu ada dukungan tenaga yang dapat mempermudah pelaksanaan pekerjaan.

“Untuk memudahkan pelayanan kemetrologian bagi pedagang di pasar tradisional, kami akan memberikan pelatihan juru timbang di pasar tradisional,” ujarnya. Juru timbang ini nantinya diharapkan dapat membantu tugas-tugas kemetrologian. Sebab dari personel yang ada cukup terbatas dan tidak bisa menjangkau secara keseluruhan pasar tradisional. Kehadiran juru timbang ini nanti menjadi solusi dalam memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat.

Rini menjelaskan jika juru timbang yang sudah dilatih akan betul-betul mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya. Sehingga tugas-tugas kemetrologian dalam memberikan pelayanan. “Juru timbang berasal dari pengelola pasar. Mereka akan diberikan pelatihan lebih dulu sebelum terjun menjadi juru timbang,” katanya.

Pelatihan juru timbang yang akan diperuntukkan bagi pengelola pasar ini akan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama menggunakan sistem daring selama seminggu dengan pembelajaran secara mandiri. “Sebelum pelatihan ini dilakukan, kami akan mengumpulkan teman-teman pengelola pasar,” tuturnya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Luasnya jangkauan layanan UPT Metrologi Legal membuat layananan kemetrologian kurang maksimal. Terutama untuk melayani pedagang di pasar tradisional. Alhasil, UPT Metrologi Legal Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo petugas harus bekerja ekstra.

Kepala UPT Metrologi Legal Diyah Setyo Rini mengatakan bahwa wilayah kerjanya sangat luas. Terdapat 34 pasar tradisional di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Kondisi tersebut membuat pihaknya harus bekerja ekstra untuk melayani pedagang pasar tradisional. Tak dapat dipungkiri, jika kerja yang saat ini ditelah dilakukan masih kurang maksimal. Sehingga perlu ada dukungan tenaga yang dapat mempermudah pelaksanaan pekerjaan.

“Untuk memudahkan pelayanan kemetrologian bagi pedagang di pasar tradisional, kami akan memberikan pelatihan juru timbang di pasar tradisional,” ujarnya. Juru timbang ini nantinya diharapkan dapat membantu tugas-tugas kemetrologian. Sebab dari personel yang ada cukup terbatas dan tidak bisa menjangkau secara keseluruhan pasar tradisional. Kehadiran juru timbang ini nanti menjadi solusi dalam memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat.

Rini menjelaskan jika juru timbang yang sudah dilatih akan betul-betul mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya. Sehingga tugas-tugas kemetrologian dalam memberikan pelayanan. “Juru timbang berasal dari pengelola pasar. Mereka akan diberikan pelatihan lebih dulu sebelum terjun menjadi juru timbang,” katanya.

Pelatihan juru timbang yang akan diperuntukkan bagi pengelola pasar ini akan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama menggunakan sistem daring selama seminggu dengan pembelajaran secara mandiri. “Sebelum pelatihan ini dilakukan, kami akan mengumpulkan teman-teman pengelola pasar,” tuturnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/