alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Kebutuhan Bahan Pangan di Probolinggo Dipastikan Aman

KRAKSAAN, Radar Bromo – Ketersediaan pangan selama masa pendemi Covid-19 dan menjelang Lebaran, terus menjadi perhatian serius Pemkab Probolinggo. Karenanya, Senin (18/5) Pemkab menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk memastikan bahan pangan di daerahnya aman.

Rapat itu digelar di ruang pertemuan Rumah Dinas Wakil Bupati Probolinggo. Serta, dipimpin oleh Wakil Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko. Ia didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi.

Kegiatan ini juga diikuti oleh Pimpinan Bulog Sub Divre Probolinggo Krisna Murtiyanto. Hadir Kepala Seksi Produksi BPS Kabupaten Probolinggo Endro Tri Sustono. Serta, sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Probolinggo.

Menurut Timbul, ketersediaan bahan pangan dikategorikan masih tercukupi untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten maupun Kota Probolinggo. Bahkan, sampai setahun ke depan stoknya masih aman.

“Dari beberapa laporan yang disampaikan dalam rapat koordinasi, kebutuhan bahan pangan di Kabupaten Probolinggo tercukupi. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan menyambut Lebaran di tengah pandemi Covid-19. Kami harap masyarakat tetap tenang, menjaga kesehatan dan yang terpenting tetap mematuhi protokol kesehatan agar dapat menekan penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Kepala Sub Divre Bulog Probolinggo Krisna Murtiyanto mengatakan, seluruh wilayah kerja Sub Divre Bulog Probolinggo sejauh ini memiliki stok 16 ribu ton beras. Dari jumlah itu, 13 ribu ton berada di Kabupaten Probolinggo. “Stok gula pasir yang tersedia saat ini kurang lebih 50 ton. Gula pasir ini masih akan bertambah dari Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Untuk gula, kata Krisna, pihaknya sudah mendapatkan kiriman 75 ton dan masih tersisa 50 ton. Selain gula dan beras, di gudang Bulog juga masih tersedia 1.724 kilogram tepung terigu dan 55.980 liter minyak goreng. Ia memastikan, stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Bulog Cabang Probolinggo mendapat pesanan beras bantuan presiden dari DKI Jakarta, sebanyak 1.300 ton beras premium yang merupakan hasil produksi Probolinggo terbaru dari total pesanan sebanyak 10 ribu ton. Itu untuk seluruh wilayah kerja Bulog Kantor wilayah Jatim. Jadi, cadangan beras di Bulog Cabang Probolinggo masih cukup. Stok aman sesuai SOP Bulog adalah tiga bulan,” ujarnya. (sid/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Ketersediaan pangan selama masa pendemi Covid-19 dan menjelang Lebaran, terus menjadi perhatian serius Pemkab Probolinggo. Karenanya, Senin (18/5) Pemkab menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk memastikan bahan pangan di daerahnya aman.

Rapat itu digelar di ruang pertemuan Rumah Dinas Wakil Bupati Probolinggo. Serta, dipimpin oleh Wakil Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko. Ia didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi.

Kegiatan ini juga diikuti oleh Pimpinan Bulog Sub Divre Probolinggo Krisna Murtiyanto. Hadir Kepala Seksi Produksi BPS Kabupaten Probolinggo Endro Tri Sustono. Serta, sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Probolinggo.

Menurut Timbul, ketersediaan bahan pangan dikategorikan masih tercukupi untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten maupun Kota Probolinggo. Bahkan, sampai setahun ke depan stoknya masih aman.

“Dari beberapa laporan yang disampaikan dalam rapat koordinasi, kebutuhan bahan pangan di Kabupaten Probolinggo tercukupi. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan menyambut Lebaran di tengah pandemi Covid-19. Kami harap masyarakat tetap tenang, menjaga kesehatan dan yang terpenting tetap mematuhi protokol kesehatan agar dapat menekan penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Kepala Sub Divre Bulog Probolinggo Krisna Murtiyanto mengatakan, seluruh wilayah kerja Sub Divre Bulog Probolinggo sejauh ini memiliki stok 16 ribu ton beras. Dari jumlah itu, 13 ribu ton berada di Kabupaten Probolinggo. “Stok gula pasir yang tersedia saat ini kurang lebih 50 ton. Gula pasir ini masih akan bertambah dari Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Untuk gula, kata Krisna, pihaknya sudah mendapatkan kiriman 75 ton dan masih tersisa 50 ton. Selain gula dan beras, di gudang Bulog juga masih tersedia 1.724 kilogram tepung terigu dan 55.980 liter minyak goreng. Ia memastikan, stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Bulog Cabang Probolinggo mendapat pesanan beras bantuan presiden dari DKI Jakarta, sebanyak 1.300 ton beras premium yang merupakan hasil produksi Probolinggo terbaru dari total pesanan sebanyak 10 ribu ton. Itu untuk seluruh wilayah kerja Bulog Kantor wilayah Jatim. Jadi, cadangan beras di Bulog Cabang Probolinggo masih cukup. Stok aman sesuai SOP Bulog adalah tiga bulan,” ujarnya. (sid/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/