alexametrics
28 C
Probolinggo
Monday, 17 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Kasus Covid-19 di Kab Probolinggo Konsisten Menurun sejak Februari

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

Minggu, 18 April, Kabupaten Probolinggo genap berusia 275 tahun. Banyak kemajuan dan perkembangan yang dialami Kabupaten Probolinggo di usianya itu. Termasuk di bidang kesehatan. Salah satunya persebaran Covid-19 yang terus berkurang.

———-

Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Probolinggo terus menurun sejak Februari 2021. Per hari Minggu (18/4), kasus terkonfirmasi Covid-19 total mencapai 3.173. Dari ribuan itu, hanya menyisakan 8 kasus aktif atau sebesar 0,25 persen yang tersebar di tiga kecamatan.

Kemudian, dari 3.173 kasus terkonfirmasi itu, sebanyak 2.976 atau 93,79 persen di antaranya telah sembuh. Dan 189 di antaranya meninggal dunia. Kalau dipersentase, jumlah kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Probolinggo sebesar 5,96 persen.

Penurunan kasus terkonfirmasi itu, tidak terlepas dari berbagai program yang dijalankan Pemkab Probolinggo selama ini. Di antaranya, tracing dan testing. Kemudian, karantina terpusat, hingga yang terbaru Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengatakan, penurunan kasus Covid-19 terjadi sejak awal tahun 2021. Dan mulai konsisten pada Februari atau dua bulan belakangan. Meski begitu, pihaknya tetap menggencarkan program-program penanganan Covid-19 agar tidak lagi terjadi lonjakan kasus.

PELACAKAN: Para tracer saat melakukan tracing (pelacakan kontak). Tracing dilakukan pada keluarga hingga rekan kerja pasien terkonfirmasi Covid-19.

Tracing dan testing terus kami lakukan. Misalnya, ada masyarakat yang terkonfirmasi. Kami langsung melakukan tracing (pelacakan). Selain keluarga, tracing juga kami lakukan kepada teman kerjanya, dan kontak erat lainnya,” katanya.

Menurutnya, seiring menurunnya kasus Covid-19, tracing dan testing juga mulai berkurang. Padahal sebelumnya, Kabupaten Probolinggo terpilih dan mendapat bantuan dari BNPB pusat berupa tracer (pelacak kontak). Sebab, Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang saat itu kasusnya tinggi.

“Bantuan tracer dari BNPB ini mulai diaktifkan sejak November 2020 hingga 31 Maret. Ada 67 tracer yang kami rekrut. Mereka minimal memiliki ijazah D-3 Kesehatan. Mereka disebar di puskesmas-puskesmas yang wilayahnya memiliki kasus tinggi,” ungkapnya.

Dari hasil tracing itu, dilakukan testing. Yakni, dengan menggunakan rapid antigen dan swab PCR. Jika berdasarkan testing dinyatakan terkonfirmasi Covid-19, maka yang bersangkutan bisa segera dipisahkan atau dikarantina.

“Kami juga menyiapkan program karantina terpusat dengan menyiapkan rumah sehat yang tersebar di Kabupaten Probolinggo. Awalnya jumlahnya mencapai belasan, sekarang tinggal dua rumah sehat. Sebab, memang kasusnya terus menurun. Rumah sehat ini ada di Paiton dan Maron,” jelasnya.

Penurunan kasus terkonfirmasi itu, juga bisa dilihat dari peta sebaran Covid-19. Saat ini, ada 21 kecamatan yang masuk zona hijau atau tidak ada kasus aktif. Dan tiga kecamatan lainnya, masuk zona kuning atau zona risiko sedang, karena masih terdapat kasus aktif. Yakni, Kecamatan Pajarakan, Kraksaan, dan Besuk.

Keberhasilan menekan angka penyebaran Covid-19 juga tidak terlepas dari peran semua pihak. Termasuk peran aktif Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, S.E. yang juga ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo.

Atas perannya dalam penanganan Covid-19, Bupati Probolinggo diganjar penghargaan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Jurnalis Kraksaan dalam ajang Journalist Award 2021 sebagai tokoh publik Kabupaten Probolinggo yang berperan penting dalam menangani dan mencegah wabah Covid-19. (uno/*)

Mobile_AP_Rectangle 1

Minggu, 18 April, Kabupaten Probolinggo genap berusia 275 tahun. Banyak kemajuan dan perkembangan yang dialami Kabupaten Probolinggo di usianya itu. Termasuk di bidang kesehatan. Salah satunya persebaran Covid-19 yang terus berkurang.

———-

Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Probolinggo terus menurun sejak Februari 2021. Per hari Minggu (18/4), kasus terkonfirmasi Covid-19 total mencapai 3.173. Dari ribuan itu, hanya menyisakan 8 kasus aktif atau sebesar 0,25 persen yang tersebar di tiga kecamatan.

Mobile_AP_Half Page

Kemudian, dari 3.173 kasus terkonfirmasi itu, sebanyak 2.976 atau 93,79 persen di antaranya telah sembuh. Dan 189 di antaranya meninggal dunia. Kalau dipersentase, jumlah kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Probolinggo sebesar 5,96 persen.

Penurunan kasus terkonfirmasi itu, tidak terlepas dari berbagai program yang dijalankan Pemkab Probolinggo selama ini. Di antaranya, tracing dan testing. Kemudian, karantina terpusat, hingga yang terbaru Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengatakan, penurunan kasus Covid-19 terjadi sejak awal tahun 2021. Dan mulai konsisten pada Februari atau dua bulan belakangan. Meski begitu, pihaknya tetap menggencarkan program-program penanganan Covid-19 agar tidak lagi terjadi lonjakan kasus.

PELACAKAN: Para tracer saat melakukan tracing (pelacakan kontak). Tracing dilakukan pada keluarga hingga rekan kerja pasien terkonfirmasi Covid-19.

Tracing dan testing terus kami lakukan. Misalnya, ada masyarakat yang terkonfirmasi. Kami langsung melakukan tracing (pelacakan). Selain keluarga, tracing juga kami lakukan kepada teman kerjanya, dan kontak erat lainnya,” katanya.

Menurutnya, seiring menurunnya kasus Covid-19, tracing dan testing juga mulai berkurang. Padahal sebelumnya, Kabupaten Probolinggo terpilih dan mendapat bantuan dari BNPB pusat berupa tracer (pelacak kontak). Sebab, Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang saat itu kasusnya tinggi.

“Bantuan tracer dari BNPB ini mulai diaktifkan sejak November 2020 hingga 31 Maret. Ada 67 tracer yang kami rekrut. Mereka minimal memiliki ijazah D-3 Kesehatan. Mereka disebar di puskesmas-puskesmas yang wilayahnya memiliki kasus tinggi,” ungkapnya.

Dari hasil tracing itu, dilakukan testing. Yakni, dengan menggunakan rapid antigen dan swab PCR. Jika berdasarkan testing dinyatakan terkonfirmasi Covid-19, maka yang bersangkutan bisa segera dipisahkan atau dikarantina.

“Kami juga menyiapkan program karantina terpusat dengan menyiapkan rumah sehat yang tersebar di Kabupaten Probolinggo. Awalnya jumlahnya mencapai belasan, sekarang tinggal dua rumah sehat. Sebab, memang kasusnya terus menurun. Rumah sehat ini ada di Paiton dan Maron,” jelasnya.

Penurunan kasus terkonfirmasi itu, juga bisa dilihat dari peta sebaran Covid-19. Saat ini, ada 21 kecamatan yang masuk zona hijau atau tidak ada kasus aktif. Dan tiga kecamatan lainnya, masuk zona kuning atau zona risiko sedang, karena masih terdapat kasus aktif. Yakni, Kecamatan Pajarakan, Kraksaan, dan Besuk.

Keberhasilan menekan angka penyebaran Covid-19 juga tidak terlepas dari peran semua pihak. Termasuk peran aktif Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, S.E. yang juga ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo.

Atas perannya dalam penanganan Covid-19, Bupati Probolinggo diganjar penghargaan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Jurnalis Kraksaan dalam ajang Journalist Award 2021 sebagai tokoh publik Kabupaten Probolinggo yang berperan penting dalam menangani dan mencegah wabah Covid-19. (uno/*)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2