alexametrics
27 C
Probolinggo
Sunday, 16 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Dapur Ambruk Saat Memasak, Warga Taman Paiton Luka di Kepala

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PAITON, Radar Bromo –Nahas menimpa Sumiyati, 45, warga Dusun Krajan, Desa Taman, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Dapur berkonstruksi batu bata miliknya runtuh Senin (19/4) pagi. Akibat kejadian itu, Sumiyati pun mendapatkan 3 jahitan di kepala akibat tertimpa puing bangunan.

Menurutnya informasi yang dihimpun oleh Jawa Pos Radar Bromo peristiwa ini terjadi sekitar pukul 08.00. Saat itu Sumiyati sedang memasak di dapur berukuran 5 x 4 meter.

Dapur itu terbuat dari batu bata dengan atap kayu. Tak lama kemudian terdengar bangunan berdecit, namun korban tidak menghiraukan. Lantas bangunan perlahan lahan mulai doyong dan ambruk menimpa tubuh korban.

“Saat itu korban sedang menghangatkan ikan di dapur. Tidak menyadari jika dapur akan ambruk,” ujar Kepala Dusun Krajan, Desa Taman, Akri.

Mendengar suara bangunan roboh membuat tetangga sekitar mendekat. Setelah itu mencari dan menolong korban yang saat itu berada didalamnya.

Kontruksi bangunan yang berupa bata merah dan kayu membuat korban seolah terkena hantaman benda tumpul. Akibatnya korban mengalami luka di bagian kepala.

“Saat ditolong ada darah dari kepala korban, karena takut membahayakan korban akhirnya dibawa ke Puskesmas Paiton. Sesampainya di Puskesmas korban mendapatkankan pertolongan medis, rupanya ada tiga jahitan dikepalanya,” ucapnya.

Akri mengatakan dapur yang ambruk karena kondisi bangunan sudah tua dan rapuh. Ditambah lagi beberapa waktu yang lalu gempa di Malang juga berimbas pada bangunan itu yang alami kerusakan kian parah.

“Memang kondisi bangunan sudah rapuh, kalau tidak salah sudah ditopang kayu akibat gempa,” terangnya. (ar/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

PAITON, Radar Bromo –Nahas menimpa Sumiyati, 45, warga Dusun Krajan, Desa Taman, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Dapur berkonstruksi batu bata miliknya runtuh Senin (19/4) pagi. Akibat kejadian itu, Sumiyati pun mendapatkan 3 jahitan di kepala akibat tertimpa puing bangunan.

Menurutnya informasi yang dihimpun oleh Jawa Pos Radar Bromo peristiwa ini terjadi sekitar pukul 08.00. Saat itu Sumiyati sedang memasak di dapur berukuran 5 x 4 meter.

Dapur itu terbuat dari batu bata dengan atap kayu. Tak lama kemudian terdengar bangunan berdecit, namun korban tidak menghiraukan. Lantas bangunan perlahan lahan mulai doyong dan ambruk menimpa tubuh korban.

Mobile_AP_Half Page

“Saat itu korban sedang menghangatkan ikan di dapur. Tidak menyadari jika dapur akan ambruk,” ujar Kepala Dusun Krajan, Desa Taman, Akri.

Mendengar suara bangunan roboh membuat tetangga sekitar mendekat. Setelah itu mencari dan menolong korban yang saat itu berada didalamnya.

Kontruksi bangunan yang berupa bata merah dan kayu membuat korban seolah terkena hantaman benda tumpul. Akibatnya korban mengalami luka di bagian kepala.

“Saat ditolong ada darah dari kepala korban, karena takut membahayakan korban akhirnya dibawa ke Puskesmas Paiton. Sesampainya di Puskesmas korban mendapatkankan pertolongan medis, rupanya ada tiga jahitan dikepalanya,” ucapnya.

Akri mengatakan dapur yang ambruk karena kondisi bangunan sudah tua dan rapuh. Ditambah lagi beberapa waktu yang lalu gempa di Malang juga berimbas pada bangunan itu yang alami kerusakan kian parah.

“Memang kondisi bangunan sudah rapuh, kalau tidak salah sudah ditopang kayu akibat gempa,” terangnya. (ar/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2