alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Bersihkan Pohon yang Potensi Sebabkan Banjir di Sungai Kedunggaleng

DRINGU, Radar Bromo – Pascabanjir yang terjadi pada 12 Februari di Kecamatan Dringu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo melakukan pencegahan. Kali ini upayanya dengan memangkas pohon di sungai Kedunggaleng.

Pemangkasan pohon itu dilakukan BPBD terhadap pohon yang hendak maupun sudah tumbang ke tengah sungai. Dikhawatirkan dapat menahan air yang dapat menyebabkan banjir.

Kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Rachmad Waluyo mengatakan, pihaknya menurunkan 15 personel dalam pencegahan banjir tersebut. Hal tersebut dilakukan setelah ada laporan dari warga sekitar.

“Dari laporan warga ada sejumlah pohon yang roboh ke sungai. Dikhawatirkan dapat menjadi banjir lagi. Sehingga kami turunkan personel untuk melakukan asesmen,” bebernya.

Ia menyebutkan, pemangkasan dilakukan kepada sejumlah pohon. Seperti pada barongan dan pohon lain yang menghambat aliran suangai. “Ada sejumlah titik. Sesuai dengan laporan warga,” jelasnya.

Ia menyebutkan, asesmen dilakukan secara manual. Sebagian alat pemotong pohon juga di turunkan. Pohon-pohon yang berhasil dipotong, kemudian diangkut dan dibawa ketempat yang aman. Jauh dari sungai.

“Kami lakukan secara manual. Karena misal seperti alat berat, kami memang tidak memilki. Jadi dipotong dann diangkut satu-satu,” bebernya.

DRINGU, Radar Bromo – Pascabanjir yang terjadi pada 12 Februari di Kecamatan Dringu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo melakukan pencegahan. Kali ini upayanya dengan memangkas pohon di sungai Kedunggaleng.

Pemangkasan pohon itu dilakukan BPBD terhadap pohon yang hendak maupun sudah tumbang ke tengah sungai. Dikhawatirkan dapat menahan air yang dapat menyebabkan banjir.

Kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Rachmad Waluyo mengatakan, pihaknya menurunkan 15 personel dalam pencegahan banjir tersebut. Hal tersebut dilakukan setelah ada laporan dari warga sekitar.

“Dari laporan warga ada sejumlah pohon yang roboh ke sungai. Dikhawatirkan dapat menjadi banjir lagi. Sehingga kami turunkan personel untuk melakukan asesmen,” bebernya.

Ia menyebutkan, pemangkasan dilakukan kepada sejumlah pohon. Seperti pada barongan dan pohon lain yang menghambat aliran suangai. “Ada sejumlah titik. Sesuai dengan laporan warga,” jelasnya.

Ia menyebutkan, asesmen dilakukan secara manual. Sebagian alat pemotong pohon juga di turunkan. Pohon-pohon yang berhasil dipotong, kemudian diangkut dan dibawa ketempat yang aman. Jauh dari sungai.

“Kami lakukan secara manual. Karena misal seperti alat berat, kami memang tidak memilki. Jadi dipotong dann diangkut satu-satu,” bebernya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/