alexametrics
31 C
Probolinggo
Sunday, 28 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Baru 9.681 Hektare, Areal Tanam Padi Digenjot

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

DRINGU, Radar Bromo – Target areal tanam padi yang dibebankan kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kendati demikian upaya mengejar target yang telah ditetapkan Provinsi Jawa Timur sebesar 57.152 hektare, dilakukan sejak awal tahun.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Probolinggo Didik Tulus Prasetyo mengatakan, upaya dilakukan lantaran awal tahun masuk masa tanam padi. Sebab hujan yang masih mengguyur wilayah Kabupaten Probolinggo, sangat baik untuk bertanam padi.

“Sejak Januari sudah kami genjot agar padi ditanam oleh petani. Ini bukan tanpa alasan. Musim hujan mampu menyuplai kebutuhan irigasi sawah,” katanya.

Hingga pekan ke ketiga bulan Februari, sebanyak 9.681 hektare sawah sudah ditanami padi. Capaian ini sudah cukup baik, mengingat irigasi yang cukup membuat petani berpikir lebih menguntungkan bertanam padi. Tidak heran beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo banya padi ditanam pada lahan milik petani.

“Beberapa jenis tanaman sangat bergantung pada musim. Jadi tanaman petani juga turut disesuaikan. Dan saat musim hujan seperti saat ini petani lebih memilih menanam padi,” ungkapnya.

Didik menjelaskan, pada prinsipnya mayoritas wilayah di Kabupaten Probolinggo cocok untuk tanaman padi.  Namun demikian ada beberapa wilayah yang sangat berpotensi, sebab dari kondisi geografis sangat mendukung. Sebab lokasi persawahan dekat dengan irigasi, baik berasal dari sungai maupun selokan.

“Wilayah yang sawahnya banyak ditanami padi diantaranya adalah wilayah Kraksaan, Pajarakan, Gending, Dringu, Tegalsiwalan, Banyuanyar dan Maron. Terpenuhinya target areal tanam nantinya juga berpengaruh pada ketahanan pangan,” imbuhnya. (ar/fun)

 

Mobile_AP_Rectangle 1

DRINGU, Radar Bromo – Target areal tanam padi yang dibebankan kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kendati demikian upaya mengejar target yang telah ditetapkan Provinsi Jawa Timur sebesar 57.152 hektare, dilakukan sejak awal tahun.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Probolinggo Didik Tulus Prasetyo mengatakan, upaya dilakukan lantaran awal tahun masuk masa tanam padi. Sebab hujan yang masih mengguyur wilayah Kabupaten Probolinggo, sangat baik untuk bertanam padi.

“Sejak Januari sudah kami genjot agar padi ditanam oleh petani. Ini bukan tanpa alasan. Musim hujan mampu menyuplai kebutuhan irigasi sawah,” katanya.

Mobile_AP_Half Page

Hingga pekan ke ketiga bulan Februari, sebanyak 9.681 hektare sawah sudah ditanami padi. Capaian ini sudah cukup baik, mengingat irigasi yang cukup membuat petani berpikir lebih menguntungkan bertanam padi. Tidak heran beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo banya padi ditanam pada lahan milik petani.

“Beberapa jenis tanaman sangat bergantung pada musim. Jadi tanaman petani juga turut disesuaikan. Dan saat musim hujan seperti saat ini petani lebih memilih menanam padi,” ungkapnya.

Didik menjelaskan, pada prinsipnya mayoritas wilayah di Kabupaten Probolinggo cocok untuk tanaman padi.  Namun demikian ada beberapa wilayah yang sangat berpotensi, sebab dari kondisi geografis sangat mendukung. Sebab lokasi persawahan dekat dengan irigasi, baik berasal dari sungai maupun selokan.

“Wilayah yang sawahnya banyak ditanami padi diantaranya adalah wilayah Kraksaan, Pajarakan, Gending, Dringu, Tegalsiwalan, Banyuanyar dan Maron. Terpenuhinya target areal tanam nantinya juga berpengaruh pada ketahanan pangan,” imbuhnya. (ar/fun)

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2