alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Atap Rumah Pemuda Yatim-Piatu di Gading Ambruk usai Angin

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GADING, Radar Bromo – Bencana hujan disertai angin kencang masih perlu diwaspadai. Bencana ini bahkan masih melanda, Kamis (18/2) malam lalu di Kecamatan Gading. Angin kencang merusak rumah Khusni Mobarroq, 18, warga Dusun Krajan, Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun rumah yang dihuni oleh seorang yatim piatu ini mengalami rusak berat. Rumah berukuran sekitar 5 x 10 meter ini dihuni sendirian oleh Mobarroq. Rumah ini memiliki tiga ruangan yang berkonstruksi tembok dengan atap kayu.

Saat wilayah Kecamatan Gading Wetan diguyur hujan sejak pukul 17.00, penghuni berada di dalam rumah. Tak lama kemudian hujan yang turun semakin lebat dan disertai angin. Akibatnya, atap rumah yang menopang genting tidak dapat menahan genting yang basah dan semakin berat. Akhirnya atap rumah ambruk.

“Ambruknya atap rumah terjadi sekitar pukul 18.40. Ada tiga ruangan dalam rumah, yang ambruk sisi bagian belakang rumah. Saat kejadian Mobarroq berada di ruang tamu yang berada depan rumah sehingga sampai terkena reruntuhan,” ujar Kepala Desa Gading Wetan, Supriyono.

Mendengar suara gaduh tersebut, kemudian tetangga datang mendekati sumber suara. Lantas mengetahui jika atap rumah Mobarroq telah ambruk akibat hujan dan angin kencang. Melihat kondisi tersebut kemudian tetangga membawa Mobarroq ke rumah pamannya, yang kebetulan berada di sebelah timur rumah.

“Begitu warga tahu atap rumahnya (Mobarroq, Red) ambruk, warga segera menolong sebab khawatir terluka atau cedera,” katanya.

Hujan deras yang tak kunjung reda menghambat proses pembersihan puing. Akhirnya warga memutuskan pembersihan pada Jumat (19/2) pagi. Selain itu ada jaringan listrk yang mengaliri rumah membuat warga khawatir.

Saat pagi hari menjelang, Forkopimka berserta BPBD Kabupaten Probolinggo mulai membersihkan puing bangunan. Hingga proses pembersihan selesai siang hari.

“Kami merasa kasihan, sebab penghuni rumah seorang yatim piatu. Oleh karenanya kami berencana merenovasi rumahnya, struktur bangunannya sudah rapuh. Saat ini masih kami koordinasikan dengan pihak terkait. Mudah-mudahan dapat segera direalisasikan,” ujar Supriyono. (ar/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

GADING, Radar Bromo – Bencana hujan disertai angin kencang masih perlu diwaspadai. Bencana ini bahkan masih melanda, Kamis (18/2) malam lalu di Kecamatan Gading. Angin kencang merusak rumah Khusni Mobarroq, 18, warga Dusun Krajan, Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun rumah yang dihuni oleh seorang yatim piatu ini mengalami rusak berat. Rumah berukuran sekitar 5 x 10 meter ini dihuni sendirian oleh Mobarroq. Rumah ini memiliki tiga ruangan yang berkonstruksi tembok dengan atap kayu.

Saat wilayah Kecamatan Gading Wetan diguyur hujan sejak pukul 17.00, penghuni berada di dalam rumah. Tak lama kemudian hujan yang turun semakin lebat dan disertai angin. Akibatnya, atap rumah yang menopang genting tidak dapat menahan genting yang basah dan semakin berat. Akhirnya atap rumah ambruk.

Mobile_AP_Half Page

“Ambruknya atap rumah terjadi sekitar pukul 18.40. Ada tiga ruangan dalam rumah, yang ambruk sisi bagian belakang rumah. Saat kejadian Mobarroq berada di ruang tamu yang berada depan rumah sehingga sampai terkena reruntuhan,” ujar Kepala Desa Gading Wetan, Supriyono.

Mendengar suara gaduh tersebut, kemudian tetangga datang mendekati sumber suara. Lantas mengetahui jika atap rumah Mobarroq telah ambruk akibat hujan dan angin kencang. Melihat kondisi tersebut kemudian tetangga membawa Mobarroq ke rumah pamannya, yang kebetulan berada di sebelah timur rumah.

“Begitu warga tahu atap rumahnya (Mobarroq, Red) ambruk, warga segera menolong sebab khawatir terluka atau cedera,” katanya.

Hujan deras yang tak kunjung reda menghambat proses pembersihan puing. Akhirnya warga memutuskan pembersihan pada Jumat (19/2) pagi. Selain itu ada jaringan listrk yang mengaliri rumah membuat warga khawatir.

Saat pagi hari menjelang, Forkopimka berserta BPBD Kabupaten Probolinggo mulai membersihkan puing bangunan. Hingga proses pembersihan selesai siang hari.

“Kami merasa kasihan, sebab penghuni rumah seorang yatim piatu. Oleh karenanya kami berencana merenovasi rumahnya, struktur bangunannya sudah rapuh. Saat ini masih kami koordinasikan dengan pihak terkait. Mudah-mudahan dapat segera direalisasikan,” ujar Supriyono. (ar/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2