alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Selfie di Hutan, Lima Remaja Putri Ini Dibubarkan Satpol PP

GADING, Radar Bromo – Asyik berswafoto, lima remaja putri dibubarkan Satpol PP Kabupaten Probolinggo. Selasa (17/11), mereka dibubarkan ketika berada di kawasan hutan di Desa Betek Taman, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Aruman mengatakan, sebenarnya tidak ada hal aneh terhadap remaja putri tersebut. Mereka hanya berswafoto layaknya masyarakat biasa. “Mereka hanya selfie-selfie,” ujarnya.

Namun, yang menjadi perhatiannya, karena di lokasi itu pernah ditemukan sepasang muda-mudi mesum. Karena itu, dikhawatirkan terjadi hal serupa, maka pihaknya membubarkan mereka. “Kami bubarkan baik-baik. Hanya menyuruh meraka pulang,” katanya.

Sebelum pulang, mereka terlebih dulu diperiksa identitasnya. Dari lima orang itu, hanya satu yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). “Yang memiliki pengenal satu orang. Sisanya tidak punya,” ujar Aruman.

Karena sudah cukup umur dan belum memiliki KTP, petugas mengarahkan keempat remaja putri itu segera mengurusnya. “Kami suruh untuk ngurusi. Karena, sangat mudah dan yang sudah waktunya penting memiliki tanda pengenal,” ujarnya. (sid/rud)

GADING, Radar Bromo – Asyik berswafoto, lima remaja putri dibubarkan Satpol PP Kabupaten Probolinggo. Selasa (17/11), mereka dibubarkan ketika berada di kawasan hutan di Desa Betek Taman, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Aruman mengatakan, sebenarnya tidak ada hal aneh terhadap remaja putri tersebut. Mereka hanya berswafoto layaknya masyarakat biasa. “Mereka hanya selfie-selfie,” ujarnya.

Namun, yang menjadi perhatiannya, karena di lokasi itu pernah ditemukan sepasang muda-mudi mesum. Karena itu, dikhawatirkan terjadi hal serupa, maka pihaknya membubarkan mereka. “Kami bubarkan baik-baik. Hanya menyuruh meraka pulang,” katanya.

Sebelum pulang, mereka terlebih dulu diperiksa identitasnya. Dari lima orang itu, hanya satu yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). “Yang memiliki pengenal satu orang. Sisanya tidak punya,” ujar Aruman.

Karena sudah cukup umur dan belum memiliki KTP, petugas mengarahkan keempat remaja putri itu segera mengurusnya. “Kami suruh untuk ngurusi. Karena, sangat mudah dan yang sudah waktunya penting memiliki tanda pengenal,” ujarnya. (sid/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/