alexametrics
25.6 C
Probolinggo
Monday, 4 July 2022

Ada Oknum Perangkat, Pelayanan Desa Klenang Kidul Dikeluhkan

BANYUANYAR, Radar Bromo – Lambannya pelayanan perangkat Desa Klenang Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, dikeluhkan warganya. Bahkan, permasalahan itu kini menjadi viral di media sosial.

Nurul, warga Desa Klenang Kidul, sempat menuliskan keluhannya di akun Facebook-nya bernama Safari Safari. Dalam postingannya, Nurul menuliskan ketidakpuasannya terhadap pelayanan oknum perangkat Desa Klenang Kidul. Sebab, pelayanan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya belum tuntas.

“Agustus 2020 lalu, saya merasa ditipu salah satu warga Klenang Kidul, setelah kerja sama titip gembala 4 ekor kambing. Lalu, masalah ini saya serahkan ke perangkat Desa Klenang Kidul, namanya Pak Hori,” tulisnya.

Dalam unggahan itu, Nurul menjelaskan secara singkat permasalahannya. Ia meminta haknya kembali seluruhnya. Namun, saat penagihan tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Rupanya, ia kesal dan meluapkannya di media sosial.

“Saya minta WA-nya Pak Hori, karena jauh. Tapi, pelayanannya kurang baik. Jarang dibalas hingga 4 hari dengan alasan sibuk. Lalu, 22 Oktober 2020 dikembalikan Rp 2 juta oleh Pak Hori. Masih tersisa Rp 550 ribu. Tetap saya tagih lewat WA, tapi responsnya tetap sama, tidak dibalas, malah nomor saya diblokir,” tulisnya.

Kasi Pemerintahan Desa Klenang Kidul Buchori mengatakan, postingan yang mencatut namanya itu karena miskomunikasi. Permasalahan ini bermula pada proses penjualan kambing yang tidak berjalan mulus. Ayah Nurul, selaku pemilik kambing tidak dapat mengambil kembali modal kambingnya setelah dijual penggembalanya.

“Kambing yang digembalakan itu dijual. Pemilik kambing meminta haknya. Entah kendala apa, upaya tersebut tidak berhasil. Akhirnya, minta pertolongan kepada perangkat desa untuk menyelesaikannya,” katanya.

Kemudian, upaya mediasi dilakukan dan berhasil mendapatkan uang Rp 4.050.000. Ketika akan diserahkan kepada ayah Nurul, yang bersangkutan meminta dipegang dulu. “Entah ada perjanjian apa dengan penggembala. Saat hendak diberikan, uangnya malah dititipkan,” ujarnya.

Kemduian, Nurul datang menagih uang yang sudah diperoleh kepada Buchori. Namun, posisi uang dipegang oleh Kepala Desa Klenang Kidul, Sariyanto, sementara menggunakan uang pribadinya.

“Nurul nagih mendadak. Karena saya hanya pegang uang Rp 1,5 juta, langsung saya berikan. Kemudian datang lagi, saya berikan Rp 2 juta. Hingga saat ini tinggal Rp 550 ribu,” ujarnya.

Buchori menyayangkan tindakan Nurul yang menggunggah masalah ini ke media sosial. Ia mengaku akan meminta Nurul dan keluarganya datang ke kantor desa untuk menyelesaikannya secara baik-baik.

“Pihak desa masih musyawarah. Kami juga sudah berkonsultasi. Jika memang dibutuhkan akan menempuh jalur hukum,” ujarnya.

Terpisah, Kades Klenang Kidul Sariyanto mengaku, uang sisa pembayaran kambing itu masih dipegangnya. “Kami bukannya tidak ingin mengembalikan uang, tapi tersinggung karena ucapan Nurul. Jadi, biar diambil sendiri,” ujarnya. (ar/rud)

BANYUANYAR, Radar Bromo – Lambannya pelayanan perangkat Desa Klenang Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, dikeluhkan warganya. Bahkan, permasalahan itu kini menjadi viral di media sosial.

Nurul, warga Desa Klenang Kidul, sempat menuliskan keluhannya di akun Facebook-nya bernama Safari Safari. Dalam postingannya, Nurul menuliskan ketidakpuasannya terhadap pelayanan oknum perangkat Desa Klenang Kidul. Sebab, pelayanan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya belum tuntas.

“Agustus 2020 lalu, saya merasa ditipu salah satu warga Klenang Kidul, setelah kerja sama titip gembala 4 ekor kambing. Lalu, masalah ini saya serahkan ke perangkat Desa Klenang Kidul, namanya Pak Hori,” tulisnya.

Dalam unggahan itu, Nurul menjelaskan secara singkat permasalahannya. Ia meminta haknya kembali seluruhnya. Namun, saat penagihan tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Rupanya, ia kesal dan meluapkannya di media sosial.

“Saya minta WA-nya Pak Hori, karena jauh. Tapi, pelayanannya kurang baik. Jarang dibalas hingga 4 hari dengan alasan sibuk. Lalu, 22 Oktober 2020 dikembalikan Rp 2 juta oleh Pak Hori. Masih tersisa Rp 550 ribu. Tetap saya tagih lewat WA, tapi responsnya tetap sama, tidak dibalas, malah nomor saya diblokir,” tulisnya.

Kasi Pemerintahan Desa Klenang Kidul Buchori mengatakan, postingan yang mencatut namanya itu karena miskomunikasi. Permasalahan ini bermula pada proses penjualan kambing yang tidak berjalan mulus. Ayah Nurul, selaku pemilik kambing tidak dapat mengambil kembali modal kambingnya setelah dijual penggembalanya.

“Kambing yang digembalakan itu dijual. Pemilik kambing meminta haknya. Entah kendala apa, upaya tersebut tidak berhasil. Akhirnya, minta pertolongan kepada perangkat desa untuk menyelesaikannya,” katanya.

Kemudian, upaya mediasi dilakukan dan berhasil mendapatkan uang Rp 4.050.000. Ketika akan diserahkan kepada ayah Nurul, yang bersangkutan meminta dipegang dulu. “Entah ada perjanjian apa dengan penggembala. Saat hendak diberikan, uangnya malah dititipkan,” ujarnya.

Kemduian, Nurul datang menagih uang yang sudah diperoleh kepada Buchori. Namun, posisi uang dipegang oleh Kepala Desa Klenang Kidul, Sariyanto, sementara menggunakan uang pribadinya.

“Nurul nagih mendadak. Karena saya hanya pegang uang Rp 1,5 juta, langsung saya berikan. Kemudian datang lagi, saya berikan Rp 2 juta. Hingga saat ini tinggal Rp 550 ribu,” ujarnya.

Buchori menyayangkan tindakan Nurul yang menggunggah masalah ini ke media sosial. Ia mengaku akan meminta Nurul dan keluarganya datang ke kantor desa untuk menyelesaikannya secara baik-baik.

“Pihak desa masih musyawarah. Kami juga sudah berkonsultasi. Jika memang dibutuhkan akan menempuh jalur hukum,” ujarnya.

Terpisah, Kades Klenang Kidul Sariyanto mengaku, uang sisa pembayaran kambing itu masih dipegangnya. “Kami bukannya tidak ingin mengembalikan uang, tapi tersinggung karena ucapan Nurul. Jadi, biar diambil sendiri,” ujarnya. (ar/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/