alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

3 SPBU di Kab Probolinggo Belum Tera Ulang

KRAKSAAN, Radar Bromo – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Legal Disperindag Kabupaten Probolinggo, terus melakukan tera ulang pada SPBU. Namun, masih ada 3 SPBU yang belum ditera ulang. Kegiatan ini dilakukan demi memenuhi target pendapatan asli daerah (PAD) yang hingga kini belum tercapai.

Kepala UPT Metrologi Legal Disperindag Kabupaten Probolinggo Diyah Setyo Rini mengatakan, dari 18 SPBU, ada 3 SPBU yang belum ditera ulang. Yakni, SPBU Curahsawo; SPBU Banjarsari-Tongas; dan SPBU Klenang.

Hingga awal bulan ini, PAD yang diperoleh baru mencapai 74 persen dari target PAD yang mencapai Rp 150 juta. Karenanya, Diyah mengaku mengagendakan kegiatan tera ulang SPBU itu bisa dilakukan bulan ini.

“Insyaallah minggu ketiga bulan ini yang SPBU Curahsawo dan Banjarsari, juga akan kami tera ulang. Jadwal untuk SPBU Klenang, sebenarnya masih Desember. Tapi, kami usahakan tuntas bulan ini juga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, biaya tera ulang SPBU sejak adanya pandemi Covid-19 naik. Dari sebelumnya Rp 210 ribu menjadi Rp 230 ribu per noozle. “Setiap noozle (selang) itu biayanya Rp 230 ribu. Tera ulang ini masanya hanya untuk setahun. Artinya, setiap tahun SPBU wajib melakukan tera ulang,” ujarnya. (mu/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Legal Disperindag Kabupaten Probolinggo, terus melakukan tera ulang pada SPBU. Namun, masih ada 3 SPBU yang belum ditera ulang. Kegiatan ini dilakukan demi memenuhi target pendapatan asli daerah (PAD) yang hingga kini belum tercapai.

Kepala UPT Metrologi Legal Disperindag Kabupaten Probolinggo Diyah Setyo Rini mengatakan, dari 18 SPBU, ada 3 SPBU yang belum ditera ulang. Yakni, SPBU Curahsawo; SPBU Banjarsari-Tongas; dan SPBU Klenang.

Hingga awal bulan ini, PAD yang diperoleh baru mencapai 74 persen dari target PAD yang mencapai Rp 150 juta. Karenanya, Diyah mengaku mengagendakan kegiatan tera ulang SPBU itu bisa dilakukan bulan ini.

“Insyaallah minggu ketiga bulan ini yang SPBU Curahsawo dan Banjarsari, juga akan kami tera ulang. Jadwal untuk SPBU Klenang, sebenarnya masih Desember. Tapi, kami usahakan tuntas bulan ini juga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, biaya tera ulang SPBU sejak adanya pandemi Covid-19 naik. Dari sebelumnya Rp 210 ribu menjadi Rp 230 ribu per noozle. “Setiap noozle (selang) itu biayanya Rp 230 ribu. Tera ulang ini masanya hanya untuk setahun. Artinya, setiap tahun SPBU wajib melakukan tera ulang,” ujarnya. (mu/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/