alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Penahanan Kepala Sekolah di Leces Dipastikan Hoax

LECES, Radar Bromo – Masyarakat di Kabupaten Probolinggo belakangan mendengar kabar adanya penggerebekan salah satu lembaga pendidikan di Kecamatan Leces. Kabar ini juga berkembang pada penahanan kepala sekolah dari lembaga pendidikan MTs Thoyyib Hasyim, yang berada di naungan Ponpes Ainul Yaqin di Dusun Krajan, Desa Jorongan, Kecamatan Leces. Kabar ini dipastikan hoax alias disinformasi.

Kabar yang berhembus sejak Kamis (16/7) santer terdengar di Grup WhatsApp lembaga pendidikan dan Media Sosial. Informasi tersebut ditelusuri Jawa Pos Radar Bromo, kabar itu bahkan dibagikan dari grup chatting yang di dalamnya terdapat guru-guru di wilayah Timur Kabupaten Probolinggo. Nah, isi kabar itu juga menampilkan foto personel TNI yang sedang berada di depan ponpes setempat.

“Salah satu MTS Di Wil. Kecamatan Leces mencoba untuk melaksanakan pembelajaran”. Begitu isi pesan yang tertulis.

Atas kabar itu, banyak yang percaya bahwa ada kepala sekolah yang diamankan. Sebab, saat ini di Kabupaten Probolinggo belum menerapkan sekolah tatap muka. Lembaga pendidikan masih menerapkan daring dan luring.

Menanggapi hal tersbut, Kades Jorongan, Masuni mengatakan, bahwa foto dengan keterangan yang menghebohkan masyarakat itu adalah foto pihak TNI sedang melaksanakan penyemprotan disinfektan beberapa lalu. Penyemprotan itu dilakukan, karena ada salah satu warganya yang hasil swab-nya positif Covid-19.

“Jadi Babinsa setempat sedang melakukan penyemprotan bebrapa waktu lalu, bukan sedang melakukan penggerebekan atau penangkapan. Penyemprotan dilakukan karena ada warga yang hasil swab-nya positif. Penyemprotan itu tidak hanya dilakukan di lembaga itu saja. Jadi kabar yang mengatakan ada penggerebekan dan penangkapan itu hoax,” ujarnya, saat ditemui Jumat (17/7).

Indrawati selaku waka Kesiswaan di MTs Thoyyib Hasyim juga membantah kabar bahwa kepala sekolahnya ditangkap dan lembaganya digerebek. Dia menjelaskan, hingga saat ini lembaga pendidikannya juga masih belum masuk seperti biasa.

“Kepsek saya tidak apa kok, dan hingga saat ini tidak ada aktivitas seperti biasa seperti saat sebelum pandemi. Hanya saja untuk guru yang piket memang ada di sekolah,” ujarnya.

Penegasan bahwa kabar tersebut hoax, juga diiyakan Serka Tarmuji, Babinsa Desa Jorongan. Dia mengatakan, Senin (13/7) pihaknya memang sedang mengadakan penyemprotan. Dia membantah pihaknya melakukan penangkapan kepada kepala sekolah tersebut. (mg1/fun)

LECES, Radar Bromo – Masyarakat di Kabupaten Probolinggo belakangan mendengar kabar adanya penggerebekan salah satu lembaga pendidikan di Kecamatan Leces. Kabar ini juga berkembang pada penahanan kepala sekolah dari lembaga pendidikan MTs Thoyyib Hasyim, yang berada di naungan Ponpes Ainul Yaqin di Dusun Krajan, Desa Jorongan, Kecamatan Leces. Kabar ini dipastikan hoax alias disinformasi.

Kabar yang berhembus sejak Kamis (16/7) santer terdengar di Grup WhatsApp lembaga pendidikan dan Media Sosial. Informasi tersebut ditelusuri Jawa Pos Radar Bromo, kabar itu bahkan dibagikan dari grup chatting yang di dalamnya terdapat guru-guru di wilayah Timur Kabupaten Probolinggo. Nah, isi kabar itu juga menampilkan foto personel TNI yang sedang berada di depan ponpes setempat.

“Salah satu MTS Di Wil. Kecamatan Leces mencoba untuk melaksanakan pembelajaran”. Begitu isi pesan yang tertulis.

Atas kabar itu, banyak yang percaya bahwa ada kepala sekolah yang diamankan. Sebab, saat ini di Kabupaten Probolinggo belum menerapkan sekolah tatap muka. Lembaga pendidikan masih menerapkan daring dan luring.

Menanggapi hal tersbut, Kades Jorongan, Masuni mengatakan, bahwa foto dengan keterangan yang menghebohkan masyarakat itu adalah foto pihak TNI sedang melaksanakan penyemprotan disinfektan beberapa lalu. Penyemprotan itu dilakukan, karena ada salah satu warganya yang hasil swab-nya positif Covid-19.

“Jadi Babinsa setempat sedang melakukan penyemprotan bebrapa waktu lalu, bukan sedang melakukan penggerebekan atau penangkapan. Penyemprotan dilakukan karena ada warga yang hasil swab-nya positif. Penyemprotan itu tidak hanya dilakukan di lembaga itu saja. Jadi kabar yang mengatakan ada penggerebekan dan penangkapan itu hoax,” ujarnya, saat ditemui Jumat (17/7).

Indrawati selaku waka Kesiswaan di MTs Thoyyib Hasyim juga membantah kabar bahwa kepala sekolahnya ditangkap dan lembaganya digerebek. Dia menjelaskan, hingga saat ini lembaga pendidikannya juga masih belum masuk seperti biasa.

“Kepsek saya tidak apa kok, dan hingga saat ini tidak ada aktivitas seperti biasa seperti saat sebelum pandemi. Hanya saja untuk guru yang piket memang ada di sekolah,” ujarnya.

Penegasan bahwa kabar tersebut hoax, juga diiyakan Serka Tarmuji, Babinsa Desa Jorongan. Dia mengatakan, Senin (13/7) pihaknya memang sedang mengadakan penyemprotan. Dia membantah pihaknya melakukan penangkapan kepada kepala sekolah tersebut. (mg1/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/