alexametrics
29.8 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Kalibuntu Kerap Banjir Rob, Pemdes Bakal Wadul ke Dewan

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemerintah Desa (Pemdes) Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, kerap dibuat pusing jika banjir Rob terjadi. Pasalnya, warga kerap mendesak Pemdes agar mencari solusi. Sudah beberapa kali ada rencana warga turun jalan.

Kades Kalibuntu, Hairul Anam mengatakan, desakan warga atas terjadinya banjiir rob yang tak kunjung usai, sering membuat aktivitas warga tersendat. Nah, Pemdes Kalibuntu yang ada di pemerintahan di tingkat paling bawah, sudah beberapa kali diwaduli.

“Kami sebagai pemerintah desa hanya bisa menampung aspirasi. Kami tidak menghendaki adanya aksi turun jalan. Sementara ini kami redam. Kami beri pemahaman secara baik-baik,” katanya, Jumat (17/6).

Aktivitas Warga Tujuh Dusun di Desa Kalibuntu Terganggu Banjir Rob

Sikap masyarakat tersebut, diungkap Hairul, lantaran masyarakat sudah jenuh bahkan khawatir dengan banjir rob yang tiap tahun ada. Apalagi Pemkab Probolinggo sudah sering melakukan survei ke lokasi, namun tak kunjung ada solusi nyata.

“Seperti BPBD, PUPR dan pihak lainnya sudah sering datang. Namun hasilnya tidak ada. Sehingga respons ini mungkin puncak dari kemarahan warga. Kenapa begini terus, tidak ada solusi,” katanya.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemerintah Desa (Pemdes) Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, kerap dibuat pusing jika banjir Rob terjadi. Pasalnya, warga kerap mendesak Pemdes agar mencari solusi. Sudah beberapa kali ada rencana warga turun jalan.

Kades Kalibuntu, Hairul Anam mengatakan, desakan warga atas terjadinya banjiir rob yang tak kunjung usai, sering membuat aktivitas warga tersendat. Nah, Pemdes Kalibuntu yang ada di pemerintahan di tingkat paling bawah, sudah beberapa kali diwaduli.

“Kami sebagai pemerintah desa hanya bisa menampung aspirasi. Kami tidak menghendaki adanya aksi turun jalan. Sementara ini kami redam. Kami beri pemahaman secara baik-baik,” katanya, Jumat (17/6).

Aktivitas Warga Tujuh Dusun di Desa Kalibuntu Terganggu Banjir Rob

Sikap masyarakat tersebut, diungkap Hairul, lantaran masyarakat sudah jenuh bahkan khawatir dengan banjir rob yang tiap tahun ada. Apalagi Pemkab Probolinggo sudah sering melakukan survei ke lokasi, namun tak kunjung ada solusi nyata.

“Seperti BPBD, PUPR dan pihak lainnya sudah sering datang. Namun hasilnya tidak ada. Sehingga respons ini mungkin puncak dari kemarahan warga. Kenapa begini terus, tidak ada solusi,” katanya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/