alexametrics
30.3 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

DPKH Kabupaten Probolinggo Latih 70 Peserta Jadi Juru Sembelih Halal

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo kembali menggelar Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha). Tahun ini pesertanya 70 orang dengan 4 narasumber. Pelatihan dilakukan juga dalam rangka persiapan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah.

 ===========================

PULUHAN orang mendatangi gedung KPRI Prastiwi di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Kamis (17/6). Mereka merupakan peserta Pelatihan Juleha, gelaran DPKH Kabupaten Probolinggo.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pesertanya dibatasi hanya 70 orang. Panitia juga menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Di antaranya, menyiapkan fasilitas cuci tangan dan mewajibkan peserta memakai masker.

Puluhan peserta itu berasal dari MWC NU Dringu, takmir masjid, panitia kurban, dan jagal dari Kecamatan Krejengan, Banyuanyar, dan Kecamatan Maron. Serta, petugas teknis Rumah Potong Hewan (RPH) dan koordinator wilayah se-Kabupaten Probolinggo.

Ada 4 narasumber yang didapuk berbagi ilmu. Di antaranya, Instruktur Nasional Juru Sembelih Halal dari Balai Besar Pelatihan Peternakan (BPP) Batu drh. Iskandar Muda, M.Sc. Ia menyampaikan materi tentang menerapkan teknik penyembelihan hewan.

MATERI 2: Pimpinan PT AGI Kabupaten Probolinggo drh. Heryo Shasikirono menyampaikan materi tentang manajemen hewan kurban.

Narasumber kedua adalah drh. Heryo Shasikirono, pimpinan PT Agro Great Indo Berkah (AGI) dengan materi manajemen hewan kurban. Pemateri ketiga adalah Sekretaris Umum MUI Kabupaten Probolinggo K.H. Syihabuddin Sholeh, yang mengangkat tentang tata cara menyembelih hewan kurban sesuai sunah.

MATERI 3: Sekretaris Umum MUI Kabupaten Probolinggo K.H. Syihabuddin Sholeh memaparkan materi tentang tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai sunah.

Pemateri terakhir dibawakan oleh Kasi Zoonosis dan Kesrawan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur drh. Nuriyah. Ia membahas tentang penerapan kesejahteraan hewan (kesrawan).

MATERI 4: Kasi Zoonosis dan Kesrawan Dinas Peternakan Provinsi Jatim drh. Nuriah memberikan materi tentang penerapan kesejahteraan hewan (kesrawan).

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi, SP., MMA. mengatakan, pelatihan Juleha betujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan takmir masjid, panitia kurban, dan jagal tentang cara penyembelihan hewan kurban yang baik dan benar sesuai syariat Islam. “Serta menerapkan hygiene sanitasi dan kesejahteraan hewan dalam proses penyembelihan,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada peserta untuk melakukan proses penyembelihan hewan, termasuk hewan kurban di RPH. Selain daging yang dihasilkan aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH), pemotongan hewan di RPH juga gratis.

SAMBUTAN: Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi, S.P., MMA., memberikan sambutan sekaligus membuka pelatihan Juleha di gedung KPRI Prastiwi Dringu, Kamis (17/6).

“Kalau dekat dengan RPH, pemotongan bisa dilakukan di RPH. Karena di sana sudah lengkap. Tidak perlu susah-susah sembelih sendiri. Silakan manfaatkan fasilitas itu karena gratis,” tegasnya.

Menurutnya, proses pemotongan hewan di RPH dilakukan sesuai syariat Islam. RPH juga menerapkan hygiene sanitasi. Sebelum sembelih, kesehatan hewan yang hendak dipotong juga diperiksa. “Daging yang dihasilkan dari proses penyembelihan itu juga diperiksa sebelum diedarkan,” jelasnya.

Kasi Kesmavet DPKH Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryuliato menambahkan, pelatihan juga bertujuan memberikan informasi dan pemahaman kepada peserta tentang cara pemilihan hewan kurban yang baik dan benar sesuai dengan syariat Islam. “Dan, memastikan kualitas hewan yang disembelih aman, sehat, utuh, dan halal,” katanya.

PRAKTIK: Selain materi, puluhan peserta juga mendapat praktik langsung penyembelihan dan tahapannya. Dalam praktik ini, DPKH menyiapkan 2 ekor domba.

Pelatihan juga untuk meningkatkan pengetahuan tentang manajemen ternak hewan kurban yang baik dan benar. Serta, menyampaikan persyaratan orang yang boleh menyembelih hewan kurban. “Yakni, beragama Islam, laki-laki, sudah baligh, berakal sehat, dan mendirikan salat,” katanya.

Ia berharap, peserta pelatihan dan sudah mendapatkan sertifikat Juleha, bisa mengerti tata cara penyembelihan ternak sesuai syariat Islam. Peserta juga bisa turut serta mengimbau pelaku atau pemilik usaha produk hewan untuk menyembelih ternak di RPH.

“Sehingga, bisa meningkatnya penjaminan pangan asal hewan yaang aman, sehat, utuh, dan halal atau ASUH di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Selain mendapat materi dari 4 narasumber, diakhir acara para peserta juga diberikan praktik langsung. Mulai dari penyembelihan hingga teknik melepaskan kepala, kaki, pengulitan, dan pembersihan jeroan. Dalam praktik itu, panitia menyiapkan dua ekor domba. (uno/adv)

 

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo kembali menggelar Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha). Tahun ini pesertanya 70 orang dengan 4 narasumber. Pelatihan dilakukan juga dalam rangka persiapan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah.

 ===========================

PULUHAN orang mendatangi gedung KPRI Prastiwi di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Kamis (17/6). Mereka merupakan peserta Pelatihan Juleha, gelaran DPKH Kabupaten Probolinggo.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pesertanya dibatasi hanya 70 orang. Panitia juga menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Di antaranya, menyiapkan fasilitas cuci tangan dan mewajibkan peserta memakai masker.

Puluhan peserta itu berasal dari MWC NU Dringu, takmir masjid, panitia kurban, dan jagal dari Kecamatan Krejengan, Banyuanyar, dan Kecamatan Maron. Serta, petugas teknis Rumah Potong Hewan (RPH) dan koordinator wilayah se-Kabupaten Probolinggo.

Ada 4 narasumber yang didapuk berbagi ilmu. Di antaranya, Instruktur Nasional Juru Sembelih Halal dari Balai Besar Pelatihan Peternakan (BPP) Batu drh. Iskandar Muda, M.Sc. Ia menyampaikan materi tentang menerapkan teknik penyembelihan hewan.

MATERI 2: Pimpinan PT AGI Kabupaten Probolinggo drh. Heryo Shasikirono menyampaikan materi tentang manajemen hewan kurban.

Narasumber kedua adalah drh. Heryo Shasikirono, pimpinan PT Agro Great Indo Berkah (AGI) dengan materi manajemen hewan kurban. Pemateri ketiga adalah Sekretaris Umum MUI Kabupaten Probolinggo K.H. Syihabuddin Sholeh, yang mengangkat tentang tata cara menyembelih hewan kurban sesuai sunah.

MATERI 3: Sekretaris Umum MUI Kabupaten Probolinggo K.H. Syihabuddin Sholeh memaparkan materi tentang tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai sunah.

Pemateri terakhir dibawakan oleh Kasi Zoonosis dan Kesrawan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur drh. Nuriyah. Ia membahas tentang penerapan kesejahteraan hewan (kesrawan).

MATERI 4: Kasi Zoonosis dan Kesrawan Dinas Peternakan Provinsi Jatim drh. Nuriah memberikan materi tentang penerapan kesejahteraan hewan (kesrawan).

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi, SP., MMA. mengatakan, pelatihan Juleha betujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan takmir masjid, panitia kurban, dan jagal tentang cara penyembelihan hewan kurban yang baik dan benar sesuai syariat Islam. “Serta menerapkan hygiene sanitasi dan kesejahteraan hewan dalam proses penyembelihan,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada peserta untuk melakukan proses penyembelihan hewan, termasuk hewan kurban di RPH. Selain daging yang dihasilkan aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH), pemotongan hewan di RPH juga gratis.

SAMBUTAN: Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi, S.P., MMA., memberikan sambutan sekaligus membuka pelatihan Juleha di gedung KPRI Prastiwi Dringu, Kamis (17/6).

“Kalau dekat dengan RPH, pemotongan bisa dilakukan di RPH. Karena di sana sudah lengkap. Tidak perlu susah-susah sembelih sendiri. Silakan manfaatkan fasilitas itu karena gratis,” tegasnya.

Menurutnya, proses pemotongan hewan di RPH dilakukan sesuai syariat Islam. RPH juga menerapkan hygiene sanitasi. Sebelum sembelih, kesehatan hewan yang hendak dipotong juga diperiksa. “Daging yang dihasilkan dari proses penyembelihan itu juga diperiksa sebelum diedarkan,” jelasnya.

Kasi Kesmavet DPKH Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryuliato menambahkan, pelatihan juga bertujuan memberikan informasi dan pemahaman kepada peserta tentang cara pemilihan hewan kurban yang baik dan benar sesuai dengan syariat Islam. “Dan, memastikan kualitas hewan yang disembelih aman, sehat, utuh, dan halal,” katanya.

PRAKTIK: Selain materi, puluhan peserta juga mendapat praktik langsung penyembelihan dan tahapannya. Dalam praktik ini, DPKH menyiapkan 2 ekor domba.

Pelatihan juga untuk meningkatkan pengetahuan tentang manajemen ternak hewan kurban yang baik dan benar. Serta, menyampaikan persyaratan orang yang boleh menyembelih hewan kurban. “Yakni, beragama Islam, laki-laki, sudah baligh, berakal sehat, dan mendirikan salat,” katanya.

Ia berharap, peserta pelatihan dan sudah mendapatkan sertifikat Juleha, bisa mengerti tata cara penyembelihan ternak sesuai syariat Islam. Peserta juga bisa turut serta mengimbau pelaku atau pemilik usaha produk hewan untuk menyembelih ternak di RPH.

“Sehingga, bisa meningkatnya penjaminan pangan asal hewan yaang aman, sehat, utuh, dan halal atau ASUH di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Selain mendapat materi dari 4 narasumber, diakhir acara para peserta juga diberikan praktik langsung. Mulai dari penyembelihan hingga teknik melepaskan kepala, kaki, pengulitan, dan pembersihan jeroan. Dalam praktik itu, panitia menyiapkan dua ekor domba. (uno/adv)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/