alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Warga Besuk Ditemukan Tewas tanpa Busana di Hutan Pakuniran

PAKUNIRAN, Radar Bromo- Warga Dusun Kletek, Desa Gondosuli, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Sahri, 60, sudah terbiasa blusukan ke hutan. Biasanya, mencari madu klanceng. Tapi, Senin (16/5) sore, justru membuat jantungnya berdetak kencang. Ia menemukan sesosok mayat lelaki.

Mayat itu ditemukan di jurang. Sebelumnya, Sahri sejatinya sedang asyik mencari sarang tawon. Sekitar pukul 12.00, mencium aroma tak sedap. Semakin didekati, makin menyengat. Alangkah kagetnya Sahri ketika melihat ke arah jurang. Ia menemukan sesosok tubuh tak bernyawa tanpa pakaian.

Sahri langsung lari mencari pertolongan. Menghubungi perangkat desa. Termasuk Kepala Desa Gondosuli Muhammad. Kabar penemuan mayat pun menyebar. Banyak warga yang datang ke lokasi.

Tapi, upaya evakuasi tidak mudah. Penyebabnya, lokasi mayat yang berada di jurang. Menjelang petang, mayat bisa dievakuasi ke atas jurang. Kemudian, polisi membawanya ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Saat proses evakuasi, tidak ada warga yang mengenali korban. Identitasnya baru ditemukan menjelang malam. Pihak keluarga yang mengaku salah satu anggota kelurganya mengecek ke kamar mayat.

“Namanya Sanito, 63. Petani asal Dudun Kolor 2, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk,” ujar Kapolsek Pakuniran AKP Tavip.

Pihak keluarga mengenali korban berdasarkan kutil di dekat perut kanan. Korban tidak pulang sejak 6 Mei. Keluarga sudah berupaya mencarinya.

Menurut Tavip, dari hasil pemeriksaan luar, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Pihak keluarga keberatan dilakukan otopsi. “Tidak ditemukan tanda kekerasan dan diperkirakan sudah sekira 6 hari meninggal dunia. Dugaan sementara, korban meninggal karena terjatuh ke curah,” ujarnya.

Korban, kata Tavip, diketahui meninggalkan rumah dan sempat terlihat di sekitar Dusun Kletek, Desa Gondosuli. Sebelum itu, pihak keluarga telah menyebar informasi kehilangan korban. “Setelah dicari tidak ada,” katanya.

Menurutnya, korban diketahui menderita penyakit dimensia atau amnesia akut. Ia juga sempat dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Malang. Namun, tidak bisa ditolong. Hanya diberi terapi obat dan dari penyakit itu korban tidak bisa mengenali keluarganya. (mu/rud)

 

PAKUNIRAN, Radar Bromo- Warga Dusun Kletek, Desa Gondosuli, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Sahri, 60, sudah terbiasa blusukan ke hutan. Biasanya, mencari madu klanceng. Tapi, Senin (16/5) sore, justru membuat jantungnya berdetak kencang. Ia menemukan sesosok mayat lelaki.

Mayat itu ditemukan di jurang. Sebelumnya, Sahri sejatinya sedang asyik mencari sarang tawon. Sekitar pukul 12.00, mencium aroma tak sedap. Semakin didekati, makin menyengat. Alangkah kagetnya Sahri ketika melihat ke arah jurang. Ia menemukan sesosok tubuh tak bernyawa tanpa pakaian.

Sahri langsung lari mencari pertolongan. Menghubungi perangkat desa. Termasuk Kepala Desa Gondosuli Muhammad. Kabar penemuan mayat pun menyebar. Banyak warga yang datang ke lokasi.

Tapi, upaya evakuasi tidak mudah. Penyebabnya, lokasi mayat yang berada di jurang. Menjelang petang, mayat bisa dievakuasi ke atas jurang. Kemudian, polisi membawanya ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Saat proses evakuasi, tidak ada warga yang mengenali korban. Identitasnya baru ditemukan menjelang malam. Pihak keluarga yang mengaku salah satu anggota kelurganya mengecek ke kamar mayat.

“Namanya Sanito, 63. Petani asal Dudun Kolor 2, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk,” ujar Kapolsek Pakuniran AKP Tavip.

Pihak keluarga mengenali korban berdasarkan kutil di dekat perut kanan. Korban tidak pulang sejak 6 Mei. Keluarga sudah berupaya mencarinya.

Menurut Tavip, dari hasil pemeriksaan luar, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Pihak keluarga keberatan dilakukan otopsi. “Tidak ditemukan tanda kekerasan dan diperkirakan sudah sekira 6 hari meninggal dunia. Dugaan sementara, korban meninggal karena terjatuh ke curah,” ujarnya.

Korban, kata Tavip, diketahui meninggalkan rumah dan sempat terlihat di sekitar Dusun Kletek, Desa Gondosuli. Sebelum itu, pihak keluarga telah menyebar informasi kehilangan korban. “Setelah dicari tidak ada,” katanya.

Menurutnya, korban diketahui menderita penyakit dimensia atau amnesia akut. Ia juga sempat dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Malang. Namun, tidak bisa ditolong. Hanya diberi terapi obat dan dari penyakit itu korban tidak bisa mengenali keluarganya. (mu/rud)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/