alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Proyek Gedung Kesenian Belum Dilanjutkan, Tahun Ini Hanya Pemeliharaan

KRAKSAAN, Radar Bromo –Pembangunan Gedung Kesenian di Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, belum rampung. Bahkan, tahun ini tidak ada anggaran untuk melanjutkan pembangunannya. Disporaparbud Kabupaten Probolinggo hanya bisa melakukan pemeliharaan.

Pejabat Fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Musa mengatakan, pemeliharaan dilakukan untuk menjaga struktur bangunan agar tetap dalam kondisi baik. Tahun ini belum ada anggaran untuk melanjutkan pembangunannya.

Tetapi, kata Musa, pembangunannya bukan berarti tidak akan dilanjutkan. Hanya menunggu waktu dan ketersediaan anggaran. “Belum ada anggaran untuk melanjutkan. Jadi, hanya bisa dilakukan pemeliharaan. Kelanjutan pembangunan kami rencanakan tahun depan,” ujarnya.

Keterbatasan anggaran Disporaparbud, membuat pihaknya harus menyusun strategi penggunaan anggaran yang maksimal. Karena itu, anggaran lebih diutamakan untuk mengembangkan destinasi wisata yang sudah berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Ada pengembangan wisata, itu pun anggarannya diperoleh dari DAK Kementerian. Dalam hal pemeliharaan kami akan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Kraksaan,” tuturnya.

Pembangunan gedung kesenian telah dilakukan tahap kedua. Tahap pertama dilakukan sekitar 2019. Saat itu konstruksinya mencapai 50 persen. Pada 2020 belum bisa dilanjutkan. Karena anggarannya dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Karenanya, baru bisa dilanjutkan pada 2021. Saat itu, dianggarkan sekitar Rp 838.455.000. anggaran ini digunakan untuk membangun bagian atap. Selanjutnya, mengarah pada bagian dalam gedung yang nantinya akan disesuaikan peruntukannya.

KRAKSAAN, Radar Bromo –Pembangunan Gedung Kesenian di Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, belum rampung. Bahkan, tahun ini tidak ada anggaran untuk melanjutkan pembangunannya. Disporaparbud Kabupaten Probolinggo hanya bisa melakukan pemeliharaan.

Pejabat Fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Musa mengatakan, pemeliharaan dilakukan untuk menjaga struktur bangunan agar tetap dalam kondisi baik. Tahun ini belum ada anggaran untuk melanjutkan pembangunannya.

Tetapi, kata Musa, pembangunannya bukan berarti tidak akan dilanjutkan. Hanya menunggu waktu dan ketersediaan anggaran. “Belum ada anggaran untuk melanjutkan. Jadi, hanya bisa dilakukan pemeliharaan. Kelanjutan pembangunan kami rencanakan tahun depan,” ujarnya.

Keterbatasan anggaran Disporaparbud, membuat pihaknya harus menyusun strategi penggunaan anggaran yang maksimal. Karena itu, anggaran lebih diutamakan untuk mengembangkan destinasi wisata yang sudah berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Ada pengembangan wisata, itu pun anggarannya diperoleh dari DAK Kementerian. Dalam hal pemeliharaan kami akan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Kraksaan,” tuturnya.

Pembangunan gedung kesenian telah dilakukan tahap kedua. Tahap pertama dilakukan sekitar 2019. Saat itu konstruksinya mencapai 50 persen. Pada 2020 belum bisa dilanjutkan. Karena anggarannya dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Karenanya, baru bisa dilanjutkan pada 2021. Saat itu, dianggarkan sekitar Rp 838.455.000. anggaran ini digunakan untuk membangun bagian atap. Selanjutnya, mengarah pada bagian dalam gedung yang nantinya akan disesuaikan peruntukannya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/