alexametrics
25 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Tetangga Sakit, Guru Dituduh Punya Santet, Berujung Sumpah Alquran

GADING, Radar Bromo–Isu santet masih jadi hal sensitif di Kabupaten Probolinnggo. Seorang guru asal Desa Sindetanyar, Kecamatan Besuk,  dituduh punya ilmu santet. Hanya karena ada tetangganya yang sakit. Untuk menghilangkan tuduhan itu, sumpah Alquran pun dilakukan.

Guru itu diketahui bernama Muhammad Saleh, 37. Ia tinggal di Desa Sindetanyar, Kecamatan Besuk. Muhammad bahkan harus disumpah Alquran demi membuktikan bahwa dirinya tidak punya ilmu santet.

Prosesi sumpah Alquran itu dilakukan di Masjid Nurul Hasan di Desa Sentul, Kecamatan Gading, Jumat (15/4) siang. Sontak, warga setempat heboh bukan main. Bahkan, informasi tentang prosesi sumpah Alquran itu menyebar dengan cepat. Sehingga ratusan warga datang menyaksikan.

Kades Sentul Timbul Sujuatmoko menerangkan, sumpah Alquran dilakukan untuk menyelesaikan perselisihan antara dua warganya. Yaitu, Saleh, 35, dengan Muhammad Saleh.

Enam bulan terakhir, menurut Timbul, Saleh sakit. Bagian tubuh sebelah kirinya tidak bisa digerakkan. Serupa sakit stroke. Dia lantas mengantar Saleh berobat ke dokter. Namun, Timbul tidak tahu pasti apa diagnosis dokter tentang sakit Saleh.

“Saya hanya mengantar waktu itu. Tidak tahu menurut dokter seperti apa. Yang jelas, sakitnya kayak stroke itu. Tubuh kirinya tidak bisa digerakkan,” tuturnya.

Rupanya selain ke dokter, Saleh mencari pengobatan alternatif. Dia bersama istrinya, Asmawati, 30, lantas mendatangi seorang dukun. “Dukunnya bilang suaminya ini kena (santet, Red). Dan, orangnya yang menyantet itu (Muhammad Saleh, Red) kata dukunnya,” terang Timbul.

GADING, Radar Bromo–Isu santet masih jadi hal sensitif di Kabupaten Probolinnggo. Seorang guru asal Desa Sindetanyar, Kecamatan Besuk,  dituduh punya ilmu santet. Hanya karena ada tetangganya yang sakit. Untuk menghilangkan tuduhan itu, sumpah Alquran pun dilakukan.

Guru itu diketahui bernama Muhammad Saleh, 37. Ia tinggal di Desa Sindetanyar, Kecamatan Besuk. Muhammad bahkan harus disumpah Alquran demi membuktikan bahwa dirinya tidak punya ilmu santet.

Prosesi sumpah Alquran itu dilakukan di Masjid Nurul Hasan di Desa Sentul, Kecamatan Gading, Jumat (15/4) siang. Sontak, warga setempat heboh bukan main. Bahkan, informasi tentang prosesi sumpah Alquran itu menyebar dengan cepat. Sehingga ratusan warga datang menyaksikan.

Kades Sentul Timbul Sujuatmoko menerangkan, sumpah Alquran dilakukan untuk menyelesaikan perselisihan antara dua warganya. Yaitu, Saleh, 35, dengan Muhammad Saleh.

Enam bulan terakhir, menurut Timbul, Saleh sakit. Bagian tubuh sebelah kirinya tidak bisa digerakkan. Serupa sakit stroke. Dia lantas mengantar Saleh berobat ke dokter. Namun, Timbul tidak tahu pasti apa diagnosis dokter tentang sakit Saleh.

“Saya hanya mengantar waktu itu. Tidak tahu menurut dokter seperti apa. Yang jelas, sakitnya kayak stroke itu. Tubuh kirinya tidak bisa digerakkan,” tuturnya.

Rupanya selain ke dokter, Saleh mencari pengobatan alternatif. Dia bersama istrinya, Asmawati, 30, lantas mendatangi seorang dukun. “Dukunnya bilang suaminya ini kena (santet, Red). Dan, orangnya yang menyantet itu (Muhammad Saleh, Red) kata dukunnya,” terang Timbul.

MOST READ

BERITA TERBARU

/