alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Angka Positivity Rate Kab Probolinggo Masih Tinggi

KRAKSAAN, Radar Bromo– Pemerintah Kabupaten Probolinggo hingga kini terus berupaya memperbaiki status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Salah satu komponen yang menyebabkan menurunnya status PPKM yang ada, masih tingginya positivity rate.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo Mujoko mengatakan, pekan lalu yang menyebabkan PPKM turun menjadi level 3 karena positivity rate cukup tinggi. Sebab banyak temuan kasus yang masuk di wilayah Kabupaten Probolinggo.

“Kemarin jatuh ke level 3 karena faktor respon positivity rate lebih tinggi. Harusnya dibawah 5 persen, tetapi Kabupaten Probolinggo 16,0 persen,” ujarnya.

Hal ini disebabkan karena kasus dari luar. Misalnya ada warga yang diperiksa di Jakarta, Surabaya serta wilayah lainnya, positif. Sehingga dikembalikan kepada Kabupaten Probolinggo dan menjadi temuan kasus positif Kabupaten Probolinggo.

Penyebab lainnya yang membuat level PPKM memburuk tracing di yang masih rendah. Tracing harusnya diatas 15 tetapi masih 9. Sehingga menjadi point tersendiri untuk menentukan status level PPKM.

Pihaknya terus berupaya untuk memperbaiki status PPKM yang saat ini sudah masuk level 2. Tidak hanya menggenjot realisasi capaian vaksinasi dosis 2 dengan sasaran lansia. Tetapi juga menurunkan angka positivity rate dan meningkatkan tracing yang saat ini masih rendah. Pasalnya dengan membaiknya status PPKM yang ada, nantinya akan berpengaruh pada penerapan kebijakan ditengah masyarakat.

“Upaya yang terbaik terus kami lakukan. Harus ada dukungan dari lintas sektor yang kuat. Kalau berjalan sendiri tidak akan mampu,” bebernya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo– Pemerintah Kabupaten Probolinggo hingga kini terus berupaya memperbaiki status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Salah satu komponen yang menyebabkan menurunnya status PPKM yang ada, masih tingginya positivity rate.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo Mujoko mengatakan, pekan lalu yang menyebabkan PPKM turun menjadi level 3 karena positivity rate cukup tinggi. Sebab banyak temuan kasus yang masuk di wilayah Kabupaten Probolinggo.

“Kemarin jatuh ke level 3 karena faktor respon positivity rate lebih tinggi. Harusnya dibawah 5 persen, tetapi Kabupaten Probolinggo 16,0 persen,” ujarnya.

Hal ini disebabkan karena kasus dari luar. Misalnya ada warga yang diperiksa di Jakarta, Surabaya serta wilayah lainnya, positif. Sehingga dikembalikan kepada Kabupaten Probolinggo dan menjadi temuan kasus positif Kabupaten Probolinggo.

Penyebab lainnya yang membuat level PPKM memburuk tracing di yang masih rendah. Tracing harusnya diatas 15 tetapi masih 9. Sehingga menjadi point tersendiri untuk menentukan status level PPKM.

Pihaknya terus berupaya untuk memperbaiki status PPKM yang saat ini sudah masuk level 2. Tidak hanya menggenjot realisasi capaian vaksinasi dosis 2 dengan sasaran lansia. Tetapi juga menurunkan angka positivity rate dan meningkatkan tracing yang saat ini masih rendah. Pasalnya dengan membaiknya status PPKM yang ada, nantinya akan berpengaruh pada penerapan kebijakan ditengah masyarakat.

“Upaya yang terbaik terus kami lakukan. Harus ada dukungan dari lintas sektor yang kuat. Kalau berjalan sendiri tidak akan mampu,” bebernya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/