alexametrics
25.6 C
Probolinggo
Monday, 4 July 2022

BPCB Jatim Cek Arca Abad Ketiga di Kaliacar Gading

GADING, Radar Bromo – Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur Trowulan, Selasa (16/11) mendatangi lokasi keberadaan arca kuno di Desa Kaliacar, Kecamatan Gading. Kedatangan sejumlah petugas tersebut untuk mengecek arca Arca yang ditemukan warga sekitar setahun lalu.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Tata Usaha (TU) pada BPCB Jawa Timur Kuswanto mengatakan, dari hasil pengecekan diketahui bahwa arca yang ditemukan adalah arca primitif. Arca primitif ini menurutnya ada pada masa sebelum masa klasik sekitar abad ke 8. Bahkan sebelum periode Hindu-Budha pada abad ke 3.

“Dari hasil pengamatan kami, arca yang ditemukan tidak ada pakemnya, khususnya di masa klasik dari masa-masa Hindu-Budha. Mungkin kalau secara arkeologis itu pakemnya lebih pada arca primitif,“ jelas Kuswanto.

Kuswanto menyebutkan, meski yang ditemukan diduga arca primitif, belum tentu arca tersebut ada sebelum periode Hindu-Budha. Sebab, namanya kebudayaan hidup di masyarakat.

“Jadi pada masa Hindu-Budha pun mungkin masih menggunakan artefak primitif sebagai kelokalan mereka. Kalau menyangkut soal umur, kami masih belum bisa memastikan, karena minimnya petunjuk,” katanya.

Kuswanto menambahkan, minimnya petunjuk itu juga disebabkan lantaran penemuan arca oleh warga setempat ini sudah terjadi setahun yang lalu. Sehingga, petunjuk pada letak arca tersebut sangat sulit ditemukan.

“Penemuannya kan sudah satu tahun. Ditambah lagi, penemuannya di sungai. Jadi untuk letak pastinya ini sulit. Apakah benar letak aslinya di lokasi penemuan, atau di arca ini hanyut terbawa arus sungai,” ujarnya.

GADING, Radar Bromo – Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur Trowulan, Selasa (16/11) mendatangi lokasi keberadaan arca kuno di Desa Kaliacar, Kecamatan Gading. Kedatangan sejumlah petugas tersebut untuk mengecek arca Arca yang ditemukan warga sekitar setahun lalu.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Tata Usaha (TU) pada BPCB Jawa Timur Kuswanto mengatakan, dari hasil pengecekan diketahui bahwa arca yang ditemukan adalah arca primitif. Arca primitif ini menurutnya ada pada masa sebelum masa klasik sekitar abad ke 8. Bahkan sebelum periode Hindu-Budha pada abad ke 3.

“Dari hasil pengamatan kami, arca yang ditemukan tidak ada pakemnya, khususnya di masa klasik dari masa-masa Hindu-Budha. Mungkin kalau secara arkeologis itu pakemnya lebih pada arca primitif,“ jelas Kuswanto.

Kuswanto menyebutkan, meski yang ditemukan diduga arca primitif, belum tentu arca tersebut ada sebelum periode Hindu-Budha. Sebab, namanya kebudayaan hidup di masyarakat.

“Jadi pada masa Hindu-Budha pun mungkin masih menggunakan artefak primitif sebagai kelokalan mereka. Kalau menyangkut soal umur, kami masih belum bisa memastikan, karena minimnya petunjuk,” katanya.

Kuswanto menambahkan, minimnya petunjuk itu juga disebabkan lantaran penemuan arca oleh warga setempat ini sudah terjadi setahun yang lalu. Sehingga, petunjuk pada letak arca tersebut sangat sulit ditemukan.

“Penemuannya kan sudah satu tahun. Ditambah lagi, penemuannya di sungai. Jadi untuk letak pastinya ini sulit. Apakah benar letak aslinya di lokasi penemuan, atau di arca ini hanyut terbawa arus sungai,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/