alexametrics
27 C
Probolinggo
Friday, 30 October 2020

Ini Alasan Penolakan Pemakaman Pasien Covid-19 Masih Kerap Terjadi

DRINGU, Radar Bromo – Bertambahnya kasus pasien Covid-19 yang meninggal, yang kemudian berlanjut akan aksi bentuk penolakan pemakaman dengan protokol kesehatan (prokes), masih terus terjadi. Satgas Koordinator Keamanan dan Gakum Kabupaten melihat, hal ini terjadi akibat ketidaksiapan masyarakat saat pemakaman diterapkan prokes. Bahkan, tidak sedikit mereka yang menganggap Covid-19 itu aib.

Ugas Irwanto selaku Koordinator Keamanan dan Gakum Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo mengatakan, penolakan pemakaman pasien Covid-19 dengan prokes, cukup banyak. Namun semua dapat diselesaikan dengan mediasi oleh satgas. Baik itu satgas kecamatan maupun satgas Kabupaten.

”Kalau penolakan pemakaman pasien Covid-19 dengan prokes yang sampai satgas kabupaten turun ada sekitar 8 kali. Selebihnya, diselesaikan (mediasi) oleh satgas kecamatan. Jumlahnya cukup banyak dan hampir tiap hari. Kalau penjemputan paksa pasien Covid-19 sudah ada sekitar 6 kali,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Ugas mengungkapkan, melihat kondisi yang ada, masyarakat belum siap menerima disebut Covid-19 dan menerapkan prokes saat pemakaman. Apalagi, penerapan prokes belum tentu Covid-19, karena hasil swab belum turun. Padahal, penerapan prokes pada pasien terindikasi Covid-19 itu, sebagai antisipasi terjelek.

”Hampir tiap hari proses pemakaman dengan prokes itu ditolak. Terakhir kejadian di Desa Kalikajar, Paiton, sempat ada penolakan dari keluarga. Setelah dimediasi akhirnya mereka bersedia dimakamkan dengan protokol kesehatan,” terangnya.

Disinggung soal faktor penolakan pemakaman prokes oleh masyarakat? Ugas mengaku, faktornya adalah masyarakat belum siap bila keluarganya dinyatakan Covid-19. Selain itu, dibanding penyakit lain, Covid-19 lebih kejam. Saat ada pasien yang meninggal karena Covid-19, dianggap seperti tersisihkan, tabu atau aib di tengah masyarakat. Itu yang membuat masyarakat menolak. Karena itu, pihaknya terus sosialisasi dan edukasi ke masyarakat.

”Padahal Covid-19 itu, terjadi se dunia. Orang yang terpapar Covid-19 itu bukan orang masyarakat bawah. Pejabat pun juga terpapar Covid-19, dan ini dipastikan bukan aib,” terangnya. (mas/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Sopirnya Diduga Ngantuk, Mobil Xenia Tabrak Pohon–Pagar Sekolah

Mobil tiba-tiba mengarah ke kiri, hingga kemudian menabrak dua pohon palm dan mangga. Selanjutnya menabrak pagar sekolah, hingga laju kendaraan seketika itu langsung berhenti.

Debat Publik Perdana Pilwali Pasuruan Usung Tema Kesejahteraan

Dua pasangan calon yang berebut dukungan rakyat Kota Pasuruan berdebat dalam 6 segmen. Total durasi seluruh acara selama 120 menit.

Dua Pohon Tumbang Timpa Motor-Macetkan Jalan di Pasuruan

Pohon tumbang usai diterjang angin kencang.

Salip Kiri, Warga Rembang Tewas Terlindas Truk Gandeng di Rejoso

Korban meregang nyawa saat hendak berangkat kerja.

Dana Kebencanaan Kota Pasuruan Sudah Terserap 70 Persen

Dana kebencanaan yang dimiliki oleh Pemkot Pasuruan tahun ini diyakini mencukupi.