Pemkab Probolinggo Kembali Mutasi Pejabat Lagi, Siapa Saja?

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Rotasi pejabat eselon II, III, dan IV di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo kembali terjadi. Rabu (16/9), Bupati Probolinggo memutasi sebanyak 57 orang pejabat struktural. Mereka dilantik di Pendopo Prasadja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo.

Pejabat eselon II satu-satunya yang dilantik adalah Munaris sebagai kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Probolinggo. Sesuai hasil asessment pejabat eselon II dan SK Kemendagri, Munaris ditunjuk sebagai Kepala Dispendukcapil.

Selain pejabat eselon II, ada 29 pejabat eselon III dan 27 eselon IV yang dimutasi dan dilantik kemarin. Di antaranya Bambang Heriwahjudi Kepala Bagian Pembangunan Kabupaten Probolinggo dinutasi sebagai Sekretaris Satpol PP Kabupaten. Pengganti Bambang adalah Ratna Puntowati.

Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari mengatakan, kesempatan dan kepercayaan tidak datang dua kali. Oleh karenanya, dia meminta pergunakan betul-betul dengan baik kepercayaan yang telah diberikan dengan amanah yang baru di tempat yang baru, untuk sebaik-baiknya memberikan sebuah perubahan dan kebaikan di unit kerja masing-masing.

“Siapapun itu, baik pejabat eselon II, III, IV, staf maupun honorer masih memberikan kepercayaan kepada semuanya. Tidak kemudian ada suka dan tidak suka secara pribadi atau sentimen pribadi,” katanya.

Bupati mengungkapkan, adanya pandemi Covid-19 harus disikapi dengan secerdas-cerdasnya oleh semua. Sudah bukan saatnya untuk mengeluh. “Jalan ke sana dan ke sini mentok serta anggaran dikepras dan lain sebagainya. Tetapi wajib bagi semuanya memanfaatkan seluruh sumber daya, baik itu potensi maupun peluang yang bisa dipotret, diputar dan dibalik pola pikirnya bahwa disrupsi Covid-19 menjadi sebuah peluang yang besar bagi semuanya,” beber Bupati.

“Saya selalu mendengungkan, ayolah bagaimana teknologi informasi dimanfaatkan sebaik-baiknya. Saya berkeinginan bagaimana pejabat itu membaca nota dinas dan surat, tidak harus duduk manis di ruangan dengan setumpuk kertas. Tetapi melalui gadget. Hari ini kita meeting hampir 75 persen melalui online. Bisa dilakukan di manapun dan kapanpun, asalkan sudah janjian waktu. Setelah saya mencerna luar biasa sekali efisiensinya,” tegasnya. (mas/fun)