Kembali Zona Merah, Petani di Probolinggo Khawatir Garam Tak Laku

KRAKSAAN, Radar Bromo – Status Kabupaten Probolinggo kembali menjadi zona merah membuat beberapa petani garam di setempat kelimpungan. Pasalnya, hal tersebut berimbas terhadap penjualan garam saat ini.

Suparyono salah seoarang petani tembakau setempat mengatakan, dampak dari kembali merebaknya penyebaran Covid-19 ini sangat dirasakan petani garam. “Pengiriman ke luar daerah tidak lagi dilakukan. Pelanggan khawatir dengan penyebaran Covid-19 di sini. Terlebih di Kalibuntu juga sudah ada beberapa warga yang positif,” ujar petani garam asal Desa Kalibuntu tersebut, Rabu (16/9).

Saat ini ia dan beberapa petani lainnya hanya bisa menjual garam kepada pelanggan di dalam Probolinggo. Di sisi lain produksi garam saat ini sedang bagus-bagusnya. Faktor cuaca yang sudah memasuki kemarau membuat pengkristalan garam menjadi lebih cepat.

Di sisi lain, Kabid Perikanan Tangkap pada Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengatakan, harga jual garam saat ini sudah terbilang bagus untuk petani lokal. “Biaya produksi garam itu rata-ratanya perton Rp 350 ribu. Jadi harga yang ada saat ini sudah terbilang bagus,” ujarnya. (mu/fun)