alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Penerima PKH Plus Lansia yang Belum Divaksin Terpaksa Ditunda

DRINGU, Radar Bromo– Turunnya antusiasme Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Plus menjadi perhatian Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo. KPM yang belum mengambil haknya, sementera dilakukan penundaan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Achmad Arif mengatakan, jika hingga kini pihaknya terus memantau kondisi penyaluran bantuan di lapangan. Penambahan syarat pengambilan bantuan PKH Plus yang harus menunjukkan kartu vaksin Covid-19 minimal dosis pertama, membuat penyaluran masih belum maksimal. Lantaran tidak semua KPM yang seharusnya mendapat bantuan, tidak datang.

“Penambahan syarat memang dari pemerintah sebagai salah satu upaya penanganan Covid-19 yang saat ini masih perlu diwaspadai. Tetap harus dipenuhi,” ungkapnya.

Hingga kini proses penyaluran tahap kedua tetap terus dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Seluruh kecamatan secara bergantian akan menyalurkan PKH Plus kepada KPM hingga Kamis (19/8) mendatang. Nantinya data kehadiran KPM saat penyaluran akan dievaluasi untuk bahan pertimbangan kebijakan lanjutan.

“Setelah penyaluran akan kami evaluasi. Sementara yang belum diambil atau belum tersalurkan dilakukan penundaan,” katanya.

Arif mengatakan jika KPM harus selesai melaksanakan vaksinasi minimal tahap pertama. Karenanya saat hendak mengambil PKH Plus harus menunjukkan kartu vaksin.

Kendati demikian ada KPM yang diberikan kelonggaran tetap boleh menerima bantuan tanpa vaksin. Tetapi harus ada surat dari tenaga kesehatan bahwa KPM memang tidak divaksin lantaran kondisi tubuhnya tidak memungkinkan. Apabila vaksin dipaksakan akan berbahaya bagi tubuh KPM.

“Sebenarnya kami sudah berkoordinasi dengan tenaga kesehatan. Memang ada orang-orang tertentu yang tidak boleh divaksin. Namun karena KPM takut akhirnya urung melakukan vaksin. Saat ini semua bantuan dari pemerintah pakai syarat menunjukkan kartu vaksin,” tuturnya. (ar/fun)

DRINGU, Radar Bromo– Turunnya antusiasme Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Plus menjadi perhatian Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo. KPM yang belum mengambil haknya, sementera dilakukan penundaan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Achmad Arif mengatakan, jika hingga kini pihaknya terus memantau kondisi penyaluran bantuan di lapangan. Penambahan syarat pengambilan bantuan PKH Plus yang harus menunjukkan kartu vaksin Covid-19 minimal dosis pertama, membuat penyaluran masih belum maksimal. Lantaran tidak semua KPM yang seharusnya mendapat bantuan, tidak datang.

“Penambahan syarat memang dari pemerintah sebagai salah satu upaya penanganan Covid-19 yang saat ini masih perlu diwaspadai. Tetap harus dipenuhi,” ungkapnya.

Hingga kini proses penyaluran tahap kedua tetap terus dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Seluruh kecamatan secara bergantian akan menyalurkan PKH Plus kepada KPM hingga Kamis (19/8) mendatang. Nantinya data kehadiran KPM saat penyaluran akan dievaluasi untuk bahan pertimbangan kebijakan lanjutan.

“Setelah penyaluran akan kami evaluasi. Sementara yang belum diambil atau belum tersalurkan dilakukan penundaan,” katanya.

Arif mengatakan jika KPM harus selesai melaksanakan vaksinasi minimal tahap pertama. Karenanya saat hendak mengambil PKH Plus harus menunjukkan kartu vaksin.

Kendati demikian ada KPM yang diberikan kelonggaran tetap boleh menerima bantuan tanpa vaksin. Tetapi harus ada surat dari tenaga kesehatan bahwa KPM memang tidak divaksin lantaran kondisi tubuhnya tidak memungkinkan. Apabila vaksin dipaksakan akan berbahaya bagi tubuh KPM.

“Sebenarnya kami sudah berkoordinasi dengan tenaga kesehatan. Memang ada orang-orang tertentu yang tidak boleh divaksin. Namun karena KPM takut akhirnya urung melakukan vaksin. Saat ini semua bantuan dari pemerintah pakai syarat menunjukkan kartu vaksin,” tuturnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/