alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Tujuh Sapi Positif Mulai Membaik, tapi Kasus Suspect Meningkat

KRAKSAAN, Radar Bromo – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Foot and Mouth Disease pada hewan ternak di Kabupaten Probolinggo, mulai mendapatkan angin Segar. Pasalnya, tujuh hewan ternak yang sempat positif, kini kondisinya membaik. Meski begitu, kasus suspect kian bertambah.

Kepala Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo, Yahyadi mengatakan, dari hasil laporan petugas di lapangan, kondisi ternak yang dinyatakan positif PMK kini kian membaik. “Kabar terakhir sudah ada yang sembuh. Proses pemantauan dan penanganan terus kami lakukan,” ujarnya Senin (16/5).

Meski begitu, untuk kasus suspect atau terduga PMK malah mengalami peningkatan. Tidak hanya itu, wilayah terjangkit PMK Juga mengalami tambahan. Dari sebelumnya hanya 3 kecamatan yakni, Wonomerto, bantaran dan Kuripan. Saat ini menjadi 6 kecamatan. “Ada tambahan wilayahnya, yakni Leces, Maron dan Dringu. Tapi sejauh ini belum ada laporan ternak meninggal,” ujarnya.

Yahyadi mengatakan, bertambahnya kasus suspect itu lantaran hasil audit atau pengecekan yang dilakukan pihaknya. Ada juga laporan masyarakat.

“Bisa penularannya dari pakan. Bahkan, bisa melalui udara. Misal, dari kendaraan yang menjadi pengangkutan hewan itu juga bisa. Mulanya mengangkut hewan ternak yang PMK. Setelah itu mengangkut hewan yang sehat. Nah yang sehat ini bisa saja tertular,” bebernya.

Dalam melakukan pencegahan persebaran PMK ini, lanjut Yahyadi, pihaknya telah semaksimal mungkin dapat memberikan penanganan. Mulai dari pembentukan satgas ternak, sampai menyiagakan sejumlah petugas di pasar ternak yang ada.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Foot and Mouth Disease pada hewan ternak di Kabupaten Probolinggo, mulai mendapatkan angin Segar. Pasalnya, tujuh hewan ternak yang sempat positif, kini kondisinya membaik. Meski begitu, kasus suspect kian bertambah.

Kepala Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo, Yahyadi mengatakan, dari hasil laporan petugas di lapangan, kondisi ternak yang dinyatakan positif PMK kini kian membaik. “Kabar terakhir sudah ada yang sembuh. Proses pemantauan dan penanganan terus kami lakukan,” ujarnya Senin (16/5).

Meski begitu, untuk kasus suspect atau terduga PMK malah mengalami peningkatan. Tidak hanya itu, wilayah terjangkit PMK Juga mengalami tambahan. Dari sebelumnya hanya 3 kecamatan yakni, Wonomerto, bantaran dan Kuripan. Saat ini menjadi 6 kecamatan. “Ada tambahan wilayahnya, yakni Leces, Maron dan Dringu. Tapi sejauh ini belum ada laporan ternak meninggal,” ujarnya.

Yahyadi mengatakan, bertambahnya kasus suspect itu lantaran hasil audit atau pengecekan yang dilakukan pihaknya. Ada juga laporan masyarakat.

“Bisa penularannya dari pakan. Bahkan, bisa melalui udara. Misal, dari kendaraan yang menjadi pengangkutan hewan itu juga bisa. Mulanya mengangkut hewan ternak yang PMK. Setelah itu mengangkut hewan yang sehat. Nah yang sehat ini bisa saja tertular,” bebernya.

Dalam melakukan pencegahan persebaran PMK ini, lanjut Yahyadi, pihaknya telah semaksimal mungkin dapat memberikan penanganan. Mulai dari pembentukan satgas ternak, sampai menyiagakan sejumlah petugas di pasar ternak yang ada.

MOST READ

BERITA TERBARU

/