alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Awas, Bahu Jembatan di Condong Gading Ambrol

“Jembatan ini menjadi penghubung Desa Condong, Kecamatan Gading dengan dua desa di Kecamatan Tiris. Bahkan, dua desa tersebut kalau mau ke Pasar Condong pasti lewat ruas jalan yang melintasi jembatan tersebut,” katanya.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Bromo, Jembatan Curah Kutuk memiliki panjang 10 meter dengan lebar 3 meter. Sementara tinggi jembatan sekitar 20 meter.

Kondisi bahu jalan yang ambrol cukup membahayakan. Sebab, tidak ada pembatas di bahu jalan. Lalu, jalan di sekitar bahu jalan yang ambrol mengalami retak.

Dengan kondisi seperti itu, warga setempat berinisiatif memberikan tanda pada bahu jembatan yang longsor. Agar dapat dilihat dan pengguna jalan menghindari titik rawan tersebut. Selain itu, kendaraan roda empat kini bergantian saat melintas.

Kondisi seperti ini pun membuat warga khawatir. Seperti yang dikatakan oleh Pardi, warga setempat. Menurutnya, saat ini curah hujan masih tinggi. Sehingga ruas jalan yang retak berpotensi ambrol lagi.

“Makanya dikasih tanda kayu dan bambu agar warga berhati-hati. Kendaraan roda empat pun sekarang harus bergantian saat melintas,” ungkapnya.

Sekretaris Camat Gading Junaedi mengatakan, pihaknya sudah mengetahui bahu jembatan yang ambrol tersebut. Saat ini, pihaknya sedang menunggu laporan resmi dari desa untuk ditindaklanjuti ke Pemkab Probolinggo. “Itu merupakan jalan kabupaten yang retak. Saat ini, kami menunggu laporan dari desa,” tuturnya.

“Jembatan ini menjadi penghubung Desa Condong, Kecamatan Gading dengan dua desa di Kecamatan Tiris. Bahkan, dua desa tersebut kalau mau ke Pasar Condong pasti lewat ruas jalan yang melintasi jembatan tersebut,” katanya.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Bromo, Jembatan Curah Kutuk memiliki panjang 10 meter dengan lebar 3 meter. Sementara tinggi jembatan sekitar 20 meter.

Kondisi bahu jalan yang ambrol cukup membahayakan. Sebab, tidak ada pembatas di bahu jalan. Lalu, jalan di sekitar bahu jalan yang ambrol mengalami retak.

Dengan kondisi seperti itu, warga setempat berinisiatif memberikan tanda pada bahu jembatan yang longsor. Agar dapat dilihat dan pengguna jalan menghindari titik rawan tersebut. Selain itu, kendaraan roda empat kini bergantian saat melintas.

Kondisi seperti ini pun membuat warga khawatir. Seperti yang dikatakan oleh Pardi, warga setempat. Menurutnya, saat ini curah hujan masih tinggi. Sehingga ruas jalan yang retak berpotensi ambrol lagi.

“Makanya dikasih tanda kayu dan bambu agar warga berhati-hati. Kendaraan roda empat pun sekarang harus bergantian saat melintas,” ungkapnya.

Sekretaris Camat Gading Junaedi mengatakan, pihaknya sudah mengetahui bahu jembatan yang ambrol tersebut. Saat ini, pihaknya sedang menunggu laporan resmi dari desa untuk ditindaklanjuti ke Pemkab Probolinggo. “Itu merupakan jalan kabupaten yang retak. Saat ini, kami menunggu laporan dari desa,” tuturnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/