alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Awas, Bahu Jembatan di Condong Gading Ambrol

GADING, Radar Bromo – Hujan lebat membuat bahu jembatan di Dusun Krajan, Desa Condong, Kecamatan Gading, ambrol. Warga sekitar pun harus waspada saat melintas. Sebab, jembatan itu tidak memiliki pembatas. Selain itu, ruas jalan sekitar jembatan juga retak.

Bahu jembatan itu diketahui ambrol pada Senin (14/3). Saat itu, wilayah Kecamatan Gading, Krucil, dan Tiris sedang diguyur hujan lebat. Sehingga menyebabkan debit air sungai yang mengalir di bawah jembatan meningkat. Arus sungai pun mengalir lebih deras dari biasanya.

Akibatnya, fondasi jembatan tergerus air sungai. Diduga kondisi fondasi yang sudah tidak kokoh lagi membuat bahu jembatan yang berada di sebelah timur ambrol.

“Saat malam hujan turun cukup deras. Debit air pun meningkat. Ambrol mungkin terjadi saat malam, tetapi diketahui oleh warga saat pagi hari,” ujar Perangat Desa Condong Supirman.

Jembatan yang oleh warga disebut sebagai Jembatan Curah Kutuk merupakan akses penting warga. Sebab, jembatan tersebut bisa menghubungkan warga Condong ke dua desa lain. Yakni, Desa Racek dan Wedusan, Kecamatan Tiris.

Bahkan, warga Desa Racek dan Wedusan juga memanfaatkan jembatan itu untuk aktivitas sehari-hari. Baik dengan menggunakan kendaraan roda dua, maupun roda empat.

Bukan hanya untuk menjalankan aktivitas, warga juga memanfaatkan jembatan tersebut sebagai akses perekonomian. Banyak warga di dua desa itu yang melewati Jembatan Curah Kutuk ke Pasar Condong.

GADING, Radar Bromo – Hujan lebat membuat bahu jembatan di Dusun Krajan, Desa Condong, Kecamatan Gading, ambrol. Warga sekitar pun harus waspada saat melintas. Sebab, jembatan itu tidak memiliki pembatas. Selain itu, ruas jalan sekitar jembatan juga retak.

Bahu jembatan itu diketahui ambrol pada Senin (14/3). Saat itu, wilayah Kecamatan Gading, Krucil, dan Tiris sedang diguyur hujan lebat. Sehingga menyebabkan debit air sungai yang mengalir di bawah jembatan meningkat. Arus sungai pun mengalir lebih deras dari biasanya.

Akibatnya, fondasi jembatan tergerus air sungai. Diduga kondisi fondasi yang sudah tidak kokoh lagi membuat bahu jembatan yang berada di sebelah timur ambrol.

“Saat malam hujan turun cukup deras. Debit air pun meningkat. Ambrol mungkin terjadi saat malam, tetapi diketahui oleh warga saat pagi hari,” ujar Perangat Desa Condong Supirman.

Jembatan yang oleh warga disebut sebagai Jembatan Curah Kutuk merupakan akses penting warga. Sebab, jembatan tersebut bisa menghubungkan warga Condong ke dua desa lain. Yakni, Desa Racek dan Wedusan, Kecamatan Tiris.

Bahkan, warga Desa Racek dan Wedusan juga memanfaatkan jembatan itu untuk aktivitas sehari-hari. Baik dengan menggunakan kendaraan roda dua, maupun roda empat.

Bukan hanya untuk menjalankan aktivitas, warga juga memanfaatkan jembatan tersebut sebagai akses perekonomian. Banyak warga di dua desa itu yang melewati Jembatan Curah Kutuk ke Pasar Condong.

MOST READ

BERITA TERBARU

/