alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Anggaran Pemeliharaan Minim–Kendaraan Berat Sering Sebabkan Kerusakan Jalan

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kerusakan jalan di Kabupaten Probolinggo penyebabnya bukan hanya karena faktor cuaca. Tapi ada kendaraan dengan tonase berat yang melintas di jalan yang tak sesuai kelasnya, seperti di jalan kabupaten. Sehingga perlu ada penertiban terhadap kendaraan berat yang melanggar.

Apalagi anggaran perawatan rutin jalan di tahun ini, tak besar. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Jalan Dan Sumber daya Air (PJSDA) pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo hanya dapat melakukan pengerjaan skala prioritas pada jalan maupun drainase.

Namun begitu, pengerjaan tersebut terganggu lantaran adanya kerusakan yang di luar dugaan. Sehingga jelas menggangu anggaran yang telah disiapkan untuk perbaikan skala prioritas.

Anggaran UPT PJSDA saat ini hanya Rp 2 miliar. Itu lebih di sedikit dibanding tahun sebelumnya, yakni Rp 2,5 miliar. Anggaran tersebut tidak keseluruhan dialokasikan pada perbaikan jalan atau pemeliharaan jalan. Namun, hanya juga penahanan tambal sulam pada irigasi atau drainase yang mengalami kerusakan.

“Tahun ini untuk jalan sendiri Rp 1,5 miliar, dengan perbaikan SDA (Irigasi/Drainase) itu totalnya Rp 2 miliar,” beber kepala UPT PJSDA Pada PUPR Ahmad Mulyono kepada Jawa Pos Radar Bromo, Rabu (16/3).

Ia menyebutkan jika anggaran tersebut digunakan untuk skala prioritas. Anggaran sejatinya hanya digelontorkan pada perbaikan jalan dengan cara tambal sulam.

Ia menyebutkan sejatinya anggaran tersebut sangat jauh dari kebutuhan pada pengelolaan jalan dan SDA. Menurutnya, setidaknya untuk perawatan jalan memerlukan Rp 10 miliar. Nah, jika hal tidak terduga seperti kerusakan jalan terjadi, jelas akan semakin minim.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kerusakan jalan di Kabupaten Probolinggo penyebabnya bukan hanya karena faktor cuaca. Tapi ada kendaraan dengan tonase berat yang melintas di jalan yang tak sesuai kelasnya, seperti di jalan kabupaten. Sehingga perlu ada penertiban terhadap kendaraan berat yang melanggar.

Apalagi anggaran perawatan rutin jalan di tahun ini, tak besar. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Jalan Dan Sumber daya Air (PJSDA) pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo hanya dapat melakukan pengerjaan skala prioritas pada jalan maupun drainase.

Namun begitu, pengerjaan tersebut terganggu lantaran adanya kerusakan yang di luar dugaan. Sehingga jelas menggangu anggaran yang telah disiapkan untuk perbaikan skala prioritas.

Anggaran UPT PJSDA saat ini hanya Rp 2 miliar. Itu lebih di sedikit dibanding tahun sebelumnya, yakni Rp 2,5 miliar. Anggaran tersebut tidak keseluruhan dialokasikan pada perbaikan jalan atau pemeliharaan jalan. Namun, hanya juga penahanan tambal sulam pada irigasi atau drainase yang mengalami kerusakan.

“Tahun ini untuk jalan sendiri Rp 1,5 miliar, dengan perbaikan SDA (Irigasi/Drainase) itu totalnya Rp 2 miliar,” beber kepala UPT PJSDA Pada PUPR Ahmad Mulyono kepada Jawa Pos Radar Bromo, Rabu (16/3).

Ia menyebutkan jika anggaran tersebut digunakan untuk skala prioritas. Anggaran sejatinya hanya digelontorkan pada perbaikan jalan dengan cara tambal sulam.

Ia menyebutkan sejatinya anggaran tersebut sangat jauh dari kebutuhan pada pengelolaan jalan dan SDA. Menurutnya, setidaknya untuk perawatan jalan memerlukan Rp 10 miliar. Nah, jika hal tidak terduga seperti kerusakan jalan terjadi, jelas akan semakin minim.

MOST READ

BERITA TERBARU

/