Cek Proses Pengolahan-Produksi Susu di Krucil

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo melakukan pengecekan sekaligus melakukan pengarahan kepada pengelola susu di Krucil beberapa waktu lalu. Pengecekan itu dilakukan lantaran banyak kabar berembus soal adanya pengolahan susu yang belum tepat dan higienis, beredar.

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi melalui Kasi Kesmavet Nikolas Nuryulianto mengatakan, pengecekan dan pengarahan ini dilakukan mengantisipai agar susu yang beredar dan dikonsumsi oleh masyarakat lebih baik.

“Memang jika dilihat, susu beredar masih ada beberapa yang kurang higienis. Sebab itulah perlu dilakukan pengecekan sekaligus mengarahkan pelaku usaha di Krucil untuk lebih memperhatikan produk yang dijualnya,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan yang rutin dilakukan ini untuk mengamati dan mengetahui bagaimana penanganan susu mulai awal. Yakni, di saat dibawa dari KUD serta penyimpanannya. Dalam membawa susu dari KUD, harus dicukupi dengan satu tempat tertutup. Yakni, boks atau styrofoam yang diisi dengan es batu.

Tak hanya itu, perlu disediakan sebuah termometer pada setiap boks atau styrofoam untuk melihat apakah suhunya sudah tepat yaitu 1-4 derajat Celsius. “Rata-rata susu dibawa memakai roda dua dengan kapasitas 40 liter – 100 liter per hari. Disinilah suhu harus diperhatikan agar tidak mengurangi kualias susu,” tandasnya.

Penanganan susu haruslah tepat dan benar agar susu yang dibawa dan disimpan masih bisa dikonsumsi. Susu yang baik dan bisa dikonsumsi selama 1 atau 2 hari setelah pengambilan dari KUD tempat penampungan. (ar/fun)