alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Bangun Pos Pantau di Dua Titik, Anggarannya Sedot Rp 368 Juta

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo membangun Pos pantau di dua titik. Pembangunan tersebut menelan anggaran Rp 368 juta. Pos pantau ini ditujukan untuk memaksimalkan pemantauan arus lalu lintas.

Pembangunan dua titik pos pantau lokasinya di Timur Alun-alun Kraksaan dan Jalan pantura Kecamatan Gending, tepatnya di sekitar pantai Bentar. Dengan adanya pos pantau tersebut, pemantauan arus lalu lintas di Kabupaten Probolinggo mudah.

“Kami juga mempersiapkan pos tersebut untuk momen perayaan nataru (Natal dan tahun baru). Sehingga pemantauan arus lalu lintas pada saat itu lebih mudah,” beber Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami, Senin (15/11).

Taufik mengatakan, dua lokasi pos pantau itu dipilih lantaran intensitas kendaraan cukup tinggi. Sehingga potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas juga tinggi.

“Memang ada sejumlah titik di Kabupaten Probolinggo ini rawan terjadi kecelakaan. Ya seperti di dua titik itu. Biasanya di sasana ramai kendaraan. Sebab menjadi salah satu tempat keramaian,“ jelasnya.

Taufik mengatakan, sejatinya kebutuhan pos pantau tersebut tidak hanya di dua titik tersebut. Namun, untuk pembangunan di titik lainnya, anggaran Dishub di tahun ini tidak memungkinkan.

“Seperti di batas kota itu perlu. Paiton, Tongas, Tegalsiwalan, dan Leces. Karena tersendat anggaran di titik tersebut belum dibangun. Tahun depan akan kami upayakan agar dapat masuk anggaran,” katanya. (mu/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo membangun Pos pantau di dua titik. Pembangunan tersebut menelan anggaran Rp 368 juta. Pos pantau ini ditujukan untuk memaksimalkan pemantauan arus lalu lintas.

Pembangunan dua titik pos pantau lokasinya di Timur Alun-alun Kraksaan dan Jalan pantura Kecamatan Gending, tepatnya di sekitar pantai Bentar. Dengan adanya pos pantau tersebut, pemantauan arus lalu lintas di Kabupaten Probolinggo mudah.

“Kami juga mempersiapkan pos tersebut untuk momen perayaan nataru (Natal dan tahun baru). Sehingga pemantauan arus lalu lintas pada saat itu lebih mudah,” beber Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami, Senin (15/11).

Taufik mengatakan, dua lokasi pos pantau itu dipilih lantaran intensitas kendaraan cukup tinggi. Sehingga potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas juga tinggi.

“Memang ada sejumlah titik di Kabupaten Probolinggo ini rawan terjadi kecelakaan. Ya seperti di dua titik itu. Biasanya di sasana ramai kendaraan. Sebab menjadi salah satu tempat keramaian,“ jelasnya.

Taufik mengatakan, sejatinya kebutuhan pos pantau tersebut tidak hanya di dua titik tersebut. Namun, untuk pembangunan di titik lainnya, anggaran Dishub di tahun ini tidak memungkinkan.

“Seperti di batas kota itu perlu. Paiton, Tongas, Tegalsiwalan, dan Leces. Karena tersendat anggaran di titik tersebut belum dibangun. Tahun depan akan kami upayakan agar dapat masuk anggaran,” katanya. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/