Tak Semua Wilayah Jadi Desiminasi Pembenihan Tembakau

KRAKSAAN, Radar Bromo- Dinas Ketaahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, terus berupaya meningkatkan kualitas hasil tembakau. Salah satunya dengan melakukan desiminasi pembenihan. Namun, sejauh ini desiminasi benih tembakau ini belum dilakukan di seluruh wilayah.

Sejauh ini, proses perbenihan dilakukan di beberapa penangkaran benih. Di antaranya, di Desa Sindetanyar, Kecamatan Besuk; Desa Rawan dan Desa Kedungcaluk, Kecamatan Krejengan; serta di Desa Bucor Kulon, Kecamatan Pakuniran.

“Belum tersebar di semua daerah di Probolinggo. Sebab, kami juga mengikuti anggaran pendesiminasian. Sementara ini pemanfaatnya bisa dilakukan di beberapa tempat desiminasi itu,” ujar Kepala Bidang Perkebunan DKPP Kabupaten Probolinggo, Nurul Komaril Asri.

Masih minimnya tempat desiminasi pembenihan tembakau ini tidak membuat kebutuhan petani terhadap benih terabaikan. Nurul mengatakan, kuota benih yang diproduksi para pembenih telah disiapkan semaksimal munkin, sehingga dapat mencukupi kebutuhan para petani.

“Utamanya di wilayah yang berpotensi sebagai lahan pertanian tembakau. Kalau tahun ini ada 7 wilayah yang ditanami tembakau. Jadi, di 7 wilayah ini bisa mengambil bibitnya di beberapa tempat desiminasi itu,” jelasnya.

Benih yang direkomendasikan DKPP adalah benih tembakau Paiton 1 sampai 5. Menurutnya, para petani bisa membeli atau meminta kepada para pembenih yang tersebar sejumlah wilayah tersebut.

“Kalau dibenihkan sendiri tidak boleh, sebab harus memliki sertifikat. Hanya saja kalau disemai sendiri untuk dijadikan bibit tahun depan, boleh. Sangat penting memilih benih yang berkualitas, karena keberhasilan saat panen, 40 persen dari benih,” jelasnya. (mu/rud/fun)