alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Polisi Periksa Tiga Saksi, Belum Pastikan Penyebab Kebakaran Gudang Kayu di Selogudik

PAJARAKAN, Radar Bromo – Penyebab kebakaran di tempat penyimpanan kayu di Desa Selogudik Wetan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, terus diselidiki. Sejauh ini, penyidik Polsek Pajarakan, Polres Probolinggo, menyebutkan tidak ada unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut.

Kapolsek Pajarakan Iptu Sugeng Hariyanto mengatakan, berdasarkan penyidikan sementara, ada dua kemungkinan penyebab kebakaran itu. Yakni, karena korsleting listrik dan karena adanya warga yang membakar sampah. “Korsleting listrik itu karena di situ kan tempat gergaji kayu dan ada mesinnya. Dugaannya itu. Juga menurut keterangan warga, ada yang membakar sampah. Tetapi, tidak diketahui siapa yang membakar,” jelasnya.

Ia juga memastikan, tidak ada unsur kesengajaan dari pemilik dalam kebakaran ini. Sebab, pemilik gudang juga tidak mengasuransikan usahanya, sehingga tidak mungkin jika sengaja membakarnya. “Dari situ, kesengajaan dari pemilik tidak ada. Baru kalau ada asuransinya, patut dicurigai,” ujarnya.

Untuk menyelidiki kasus ini, Sugeng mengaku juga mendatangkan tim laboratorium forensik (labfor). Karenanya, kini pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan mereka. “Masih kami tunggu hasilnya. Untuk sekarang kesimpulannya dua. Yaitu, korsleting listrik dan ada yang bakar sampah itu,” jelasnya.

Sejauh ini, ada tiga saksi yang telah dimintai keterangan. Dua di antaranya pekerja di tempat penyimpanan kayu UD Karya Mandiri milik Solikin itu. Seorang lagi, pemiliknya, Solikin. Kepada penyidik, Solikin mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 250 juta. Itu, dihitung dari empat mesin gergaji dan kayu yang terbakar,” ujar Sugeng.

Diberitakan sebelumnya, Kamis (11/6) malam, api melalap tempat penyimpanan kayu milik Solikin, di Desa Selogudik Wetan, Kecamatan Pajarakan. Kejadian itu menghanguskan empat mesin pemotong kayu dan puluhan gelondong kayu sengon. Syukur, tidak ada korban jiwa. Namun, menyebabkan kerugian materi sekitar Rp 250 juta. (sid/rud/fun)

PAJARAKAN, Radar Bromo – Penyebab kebakaran di tempat penyimpanan kayu di Desa Selogudik Wetan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, terus diselidiki. Sejauh ini, penyidik Polsek Pajarakan, Polres Probolinggo, menyebutkan tidak ada unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut.

Kapolsek Pajarakan Iptu Sugeng Hariyanto mengatakan, berdasarkan penyidikan sementara, ada dua kemungkinan penyebab kebakaran itu. Yakni, karena korsleting listrik dan karena adanya warga yang membakar sampah. “Korsleting listrik itu karena di situ kan tempat gergaji kayu dan ada mesinnya. Dugaannya itu. Juga menurut keterangan warga, ada yang membakar sampah. Tetapi, tidak diketahui siapa yang membakar,” jelasnya.

Ia juga memastikan, tidak ada unsur kesengajaan dari pemilik dalam kebakaran ini. Sebab, pemilik gudang juga tidak mengasuransikan usahanya, sehingga tidak mungkin jika sengaja membakarnya. “Dari situ, kesengajaan dari pemilik tidak ada. Baru kalau ada asuransinya, patut dicurigai,” ujarnya.

Untuk menyelidiki kasus ini, Sugeng mengaku juga mendatangkan tim laboratorium forensik (labfor). Karenanya, kini pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan mereka. “Masih kami tunggu hasilnya. Untuk sekarang kesimpulannya dua. Yaitu, korsleting listrik dan ada yang bakar sampah itu,” jelasnya.

Sejauh ini, ada tiga saksi yang telah dimintai keterangan. Dua di antaranya pekerja di tempat penyimpanan kayu UD Karya Mandiri milik Solikin itu. Seorang lagi, pemiliknya, Solikin. Kepada penyidik, Solikin mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 250 juta. Itu, dihitung dari empat mesin gergaji dan kayu yang terbakar,” ujar Sugeng.

Diberitakan sebelumnya, Kamis (11/6) malam, api melalap tempat penyimpanan kayu milik Solikin, di Desa Selogudik Wetan, Kecamatan Pajarakan. Kejadian itu menghanguskan empat mesin pemotong kayu dan puluhan gelondong kayu sengon. Syukur, tidak ada korban jiwa. Namun, menyebabkan kerugian materi sekitar Rp 250 juta. (sid/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/