alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Tuesday, 5 July 2022

Cari Madu di Hutan Gondosuli di Pakuniran, Warga Malah Temukan Mayat

PAKUNIRAN, Radar Bromo- Sahri, 60,  sudah terbiasa blusukan ke hutan. Biasanya petani asal Dusun Kletek Desa Gondosuli, Pakuniran  itu mencari madu klanceng. Tapi upaya mencari madu yang dilakukan Sahri pada Senin (16/5) sore, justru membuat jantungnya berdetak kencang. Pasalnya, dia justru menemukan mayat lelaki.

Mayat itu ditemukan Sahri di curah jurang. Sebelum menemukannya, Sahri sejatinya sedang asyik mencari sarang tawon. Hingga sekitar pukul 12.00, hidungnya mencium bau tak sedap. Semakin didekati, baunya menyengat.

Alangkah kagetnya Sahri saat dia melihat kea rah curah jurang. Disitulah dia menemukan sesosok tubuh tak bernyawa yang tak mengenakan pakaian. Begitu didekati, ternyata mayat.

Sahri langsung lari untuk mencari pertolongan. Dia menghubungi perangkat desa, termasuk Kades Gondosuli Muhammad. Seketika itu kabar penemuan mayat menyebar. Banyak warga yang datang ke lokasi.

Tapi upaya untuk mengevakuasi mayat, tidak gampang. Lokasi mayat di bawah jurang jadi penyebabnya. Baru menjelang petang, mayat bisa dievakuasi ke atas untuk kemudian dibawa polisi ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati.

Saat dievakuasi, tak ada warga yang mengaku mengenali mayat. Identitas pun tak ditemukan. Hingga menjelang malam hari, baru ada pihak keluarga yang merasa kehilangan korban, datang untuk mengecek.

“Hingga kemudian identitas mayat bisa diketahui. Namanya Sanito, 63, petani asal Dudun Kolor 2 RT/RW 10/02 Desa Sumberan, Kecamatan Besuk,” beber Kapolsek Pakuniran AKP Tavip.

Pihak keluarga bisa mengenali korban karena terdapat kutil di dekat perut kanan. Sanito diketahui sudah tak pulang sejak 6 Mei lalu. Keluarga sudah melakukan upaya pencarian.

Menurut kapolsek, dari hasil pemeriksaan luar, taka da tanda-tanda kekerasan yang ada di tubuh korban. Pihak keluarga juga keberatan dilakukan otopsi. Kemungkinan korban tewas karena terjatuh ke jurang. (mu/fun)

PAKUNIRAN, Radar Bromo- Sahri, 60,  sudah terbiasa blusukan ke hutan. Biasanya petani asal Dusun Kletek Desa Gondosuli, Pakuniran  itu mencari madu klanceng. Tapi upaya mencari madu yang dilakukan Sahri pada Senin (16/5) sore, justru membuat jantungnya berdetak kencang. Pasalnya, dia justru menemukan mayat lelaki.

Mayat itu ditemukan Sahri di curah jurang. Sebelum menemukannya, Sahri sejatinya sedang asyik mencari sarang tawon. Hingga sekitar pukul 12.00, hidungnya mencium bau tak sedap. Semakin didekati, baunya menyengat.

Alangkah kagetnya Sahri saat dia melihat kea rah curah jurang. Disitulah dia menemukan sesosok tubuh tak bernyawa yang tak mengenakan pakaian. Begitu didekati, ternyata mayat.

Sahri langsung lari untuk mencari pertolongan. Dia menghubungi perangkat desa, termasuk Kades Gondosuli Muhammad. Seketika itu kabar penemuan mayat menyebar. Banyak warga yang datang ke lokasi.

Tapi upaya untuk mengevakuasi mayat, tidak gampang. Lokasi mayat di bawah jurang jadi penyebabnya. Baru menjelang petang, mayat bisa dievakuasi ke atas untuk kemudian dibawa polisi ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati.

Saat dievakuasi, tak ada warga yang mengaku mengenali mayat. Identitas pun tak ditemukan. Hingga menjelang malam hari, baru ada pihak keluarga yang merasa kehilangan korban, datang untuk mengecek.

“Hingga kemudian identitas mayat bisa diketahui. Namanya Sanito, 63, petani asal Dudun Kolor 2 RT/RW 10/02 Desa Sumberan, Kecamatan Besuk,” beber Kapolsek Pakuniran AKP Tavip.

Pihak keluarga bisa mengenali korban karena terdapat kutil di dekat perut kanan. Sanito diketahui sudah tak pulang sejak 6 Mei lalu. Keluarga sudah melakukan upaya pencarian.

Menurut kapolsek, dari hasil pemeriksaan luar, taka da tanda-tanda kekerasan yang ada di tubuh korban. Pihak keluarga juga keberatan dilakukan otopsi. Kemungkinan korban tewas karena terjatuh ke jurang. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/