alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Tetap Rawat Gedung Kesenian meski Tak Ada Lanjutan Pembangunan

KRAKSAAN, Radar Bromo – Ketiadaan anggaran membuat pembangunan lanjutan Gedung Kesenian di Sumberlele, Kraksaan, belum bisa diselesaikan. Praktis Disporaparbud hanya bisa menunggu penganggaran di tahun berikutnya.

“Memang tidak ada penganggaran tahun ini. Jadi penyelesaian pembangunan gedung masih belum bisa dilaksanakan. Namun bukan berarti tidak akan dilanjutkan. Hanya menunggu waktu dan ketersediaan anggaran,” kata Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto, melalui stafnya Musa.

Disinggung perihal gedung akan terbengkalai, pihaknya memastikan akan melakukan pengawasan sekaligus perawatan gedung agar tetap bersih. Upaya ini nantinya akan berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan Kraksaan. Pengecekan berkala terus dilakukan sampai gedung kesenian ini selesai dibangun dan dimanfaatkan.

“Meskipun belum selesai tetap akan kami rawat agar bangunan tidak lapuk. Kalau tahun ini belum bisa melanjutkan, mudah-mudahan tahun depan bisa dirampungkan,” bebernya.

Hingga kini pembangunan gedung kesenian telah dilakukan sampai dengan tahap kedua. Di mana tahap pertama dilakukan sekitar tahun 2019, pembangunan sampai dengan konstruksi mencapai 50 persen.

Pada tahun 2020 pembangunan belum bisa dilanjutkan karena anggaran di-refocusing untuk penanganan pandemi Covid-19. Baru pada 2021, pembangunan tahap kedua dilakukan dengan anggaran sekitar Rp 838.455.000. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Ketiadaan anggaran membuat pembangunan lanjutan Gedung Kesenian di Sumberlele, Kraksaan, belum bisa diselesaikan. Praktis Disporaparbud hanya bisa menunggu penganggaran di tahun berikutnya.

“Memang tidak ada penganggaran tahun ini. Jadi penyelesaian pembangunan gedung masih belum bisa dilaksanakan. Namun bukan berarti tidak akan dilanjutkan. Hanya menunggu waktu dan ketersediaan anggaran,” kata Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto, melalui stafnya Musa.

Disinggung perihal gedung akan terbengkalai, pihaknya memastikan akan melakukan pengawasan sekaligus perawatan gedung agar tetap bersih. Upaya ini nantinya akan berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan Kraksaan. Pengecekan berkala terus dilakukan sampai gedung kesenian ini selesai dibangun dan dimanfaatkan.

“Meskipun belum selesai tetap akan kami rawat agar bangunan tidak lapuk. Kalau tahun ini belum bisa melanjutkan, mudah-mudahan tahun depan bisa dirampungkan,” bebernya.

Hingga kini pembangunan gedung kesenian telah dilakukan sampai dengan tahap kedua. Di mana tahap pertama dilakukan sekitar tahun 2019, pembangunan sampai dengan konstruksi mencapai 50 persen.

Pada tahun 2020 pembangunan belum bisa dilanjutkan karena anggaran di-refocusing untuk penanganan pandemi Covid-19. Baru pada 2021, pembangunan tahap kedua dilakukan dengan anggaran sekitar Rp 838.455.000. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/