alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 25 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Target Garam Tak Tercapai Akibat Cuaca Tak Mendukung

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

DRINGU, Radar Bromo – Produksi garam yang ditargetkan Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskan) Kabupaten Probolinggo tahun 2020 tak tercapai. Tak tanggung-tanggung produksi garam kurang 9.929 ton. Faktor cuaca yang kurang mendukung ditengarai menjadi penyebab.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo, Hari Pur Sulistiono mengatakan bahwa produksi garam tahun lalu sangat minim. Karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas garam para petambak yang tersebar di jalur pantura.

“Kami sadari produktivitas garam sangat minim. Beberapa upaya sudah kami lakukan tapi tidak mampu menggenjot produksi garam,” katanya.

Menurutnya produksi garam di Kabupaten Probolinggo sangat bergantung pada cuaca. Produksi garam hanya dapat dilakukan saat kondisi sedang panas. Sedangkan wilayah Kabupaten Probolinggo terjadi dua kali periode hujan yakni pada bulan Januari hingga April dan September hingga Desember. Sehingga masa produksi garam menjadi lebih singkat.

“Produksi garam hanya bisa digenjot dalam jangka waktu empat bulan. Sebab sekali hujan proses kristalisasi garam tak dapat dilanjutkan dan harus mengulang dari awal,” ujarnya.

Hari menjelaskan, sebelumnya Diskan sempat memprediksikan akan terjadi kenaikan produksi garam yang cukup tinggi pada bulan Oktober dan November. Sebab musim kemarau yang melanda Kabupaten Probolinggo begitu terik. Cuaca yang cukup terik membuat produksi garam lebih baik.

“Prediksi meleset, jadi mau bagaimana lagi. Capaiannya produksi hanya 12.071 ton dari target 22.000 ton. Tentu nantinya akan jadi bahan evaluasi penetapan target berikutnya,” ujar Hari. (ar/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

DRINGU, Radar Bromo – Produksi garam yang ditargetkan Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskan) Kabupaten Probolinggo tahun 2020 tak tercapai. Tak tanggung-tanggung produksi garam kurang 9.929 ton. Faktor cuaca yang kurang mendukung ditengarai menjadi penyebab.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo, Hari Pur Sulistiono mengatakan bahwa produksi garam tahun lalu sangat minim. Karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas garam para petambak yang tersebar di jalur pantura.

“Kami sadari produktivitas garam sangat minim. Beberapa upaya sudah kami lakukan tapi tidak mampu menggenjot produksi garam,” katanya.

Mobile_AP_Half Page

Menurutnya produksi garam di Kabupaten Probolinggo sangat bergantung pada cuaca. Produksi garam hanya dapat dilakukan saat kondisi sedang panas. Sedangkan wilayah Kabupaten Probolinggo terjadi dua kali periode hujan yakni pada bulan Januari hingga April dan September hingga Desember. Sehingga masa produksi garam menjadi lebih singkat.

“Produksi garam hanya bisa digenjot dalam jangka waktu empat bulan. Sebab sekali hujan proses kristalisasi garam tak dapat dilanjutkan dan harus mengulang dari awal,” ujarnya.

Hari menjelaskan, sebelumnya Diskan sempat memprediksikan akan terjadi kenaikan produksi garam yang cukup tinggi pada bulan Oktober dan November. Sebab musim kemarau yang melanda Kabupaten Probolinggo begitu terik. Cuaca yang cukup terik membuat produksi garam lebih baik.

“Prediksi meleset, jadi mau bagaimana lagi. Capaiannya produksi hanya 12.071 ton dari target 22.000 ton. Tentu nantinya akan jadi bahan evaluasi penetapan target berikutnya,” ujar Hari. (ar/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2