alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Welijo asal Maron Tewas Ditabrak Pikap di Pajarakan saat Jualan

PAJARAKAN, Radar Bromo – Nasib nahas dialami Jamil, 51. Warga Desa Satreyan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo tersebut tewas setelah tertabrak pikap saat sedang melayani pembeli di pinggir jalan di Desa Pajarakan Kulon, Kecamatan Pajarakan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kecelakaan terjadi kemarin (14/12) sekitar pukul 04.30. Bermula ketika korban yang mengendarai motor bernopol N 4469 P, tengah berhenti di bahu jalan sisi timur. Dia berhenti karena melayani pembeli sayur mayur dan ikan yang dijualnya. Korban diketahui seorang welijo atau penjual sayur yang sudah biasa berjualan di lokasi tersebut.

Saat itu, dari arah selatan ke utara melaju mobil pikap bernopol P 9095 VC yang dikemudikan Humaidi, 23, warga Desa Sumberrejo, Kecamatan Paiton. Penumpangnya ada tiga orang. Yakni Mohamad Sholehuddin, Babun Na’im dan Miftahussurur.

Sesampainya di lokasi, pikap diduga kurang konsentrasi. Entah mengapa pikap tersebut oleng ke kanan dan langsung menabrak korban beserta motornya. Akibatnya, korban tak sadarkan diri dan langsung tewas di lokasi.

DIAMANKAN: Pikap yang menabrak Jamil hingga tewas di TKP. (Foto: Satlantas Polres Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)

Kanitlaka Polres Probolinggo, Iptu Nyoman Harayasa mengatakan, insiden itu diduga terjadi akibat sopir pikap kehilangan konsentrasi karena mengantuk. Hingga kemudian, tidak bisa menguasai kendaraannya dan oleng ke kanan.

“Dugaan sementara sopir pikap kehilangan konsentrasi. Yang kemudian mengakibatkan hilangnya kendali terhadap kendaraannya,” katanya.

Usai kejadian, korban langsung dibawa ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati. Polisi, juga melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi.

“Olah TKP dan kemudian mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Untuk penyebab pastinya, nanti setelah gelar perkara,” ungkapnya.

Nyoman mengimbau kepada pengguna jalan agar lebih waspada dan konsentrasi dalan berkendara. Jika merasa capek atau mengantuk, diimbau berhenti di bahu jalan untuk beristirahat sejenak sebelum terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

“Kami harap ketika capek jangan dipaksa. Istirahat dulu, ketika sudah pulih dilanjutkan kembali,” jelasnya. (sid/fun)

PAJARAKAN, Radar Bromo – Nasib nahas dialami Jamil, 51. Warga Desa Satreyan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo tersebut tewas setelah tertabrak pikap saat sedang melayani pembeli di pinggir jalan di Desa Pajarakan Kulon, Kecamatan Pajarakan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kecelakaan terjadi kemarin (14/12) sekitar pukul 04.30. Bermula ketika korban yang mengendarai motor bernopol N 4469 P, tengah berhenti di bahu jalan sisi timur. Dia berhenti karena melayani pembeli sayur mayur dan ikan yang dijualnya. Korban diketahui seorang welijo atau penjual sayur yang sudah biasa berjualan di lokasi tersebut.

Saat itu, dari arah selatan ke utara melaju mobil pikap bernopol P 9095 VC yang dikemudikan Humaidi, 23, warga Desa Sumberrejo, Kecamatan Paiton. Penumpangnya ada tiga orang. Yakni Mohamad Sholehuddin, Babun Na’im dan Miftahussurur.

Sesampainya di lokasi, pikap diduga kurang konsentrasi. Entah mengapa pikap tersebut oleng ke kanan dan langsung menabrak korban beserta motornya. Akibatnya, korban tak sadarkan diri dan langsung tewas di lokasi.

DIAMANKAN: Pikap yang menabrak Jamil hingga tewas di TKP. (Foto: Satlantas Polres Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)

Kanitlaka Polres Probolinggo, Iptu Nyoman Harayasa mengatakan, insiden itu diduga terjadi akibat sopir pikap kehilangan konsentrasi karena mengantuk. Hingga kemudian, tidak bisa menguasai kendaraannya dan oleng ke kanan.

“Dugaan sementara sopir pikap kehilangan konsentrasi. Yang kemudian mengakibatkan hilangnya kendali terhadap kendaraannya,” katanya.

Usai kejadian, korban langsung dibawa ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati. Polisi, juga melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi.

“Olah TKP dan kemudian mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Untuk penyebab pastinya, nanti setelah gelar perkara,” ungkapnya.

Nyoman mengimbau kepada pengguna jalan agar lebih waspada dan konsentrasi dalan berkendara. Jika merasa capek atau mengantuk, diimbau berhenti di bahu jalan untuk beristirahat sejenak sebelum terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

“Kami harap ketika capek jangan dipaksa. Istirahat dulu, ketika sudah pulih dilanjutkan kembali,” jelasnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/