alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Saturday, 25 September 2021

Bakorpakem: Masih Ada Indikasi Aliran Menyimpang di Kab Probolinggo

KRAKSAAN, Radar Bromo – Masih ada aliran kepercayaan yang diindikasi menyimpang di Kabupaten Probolinggo. Bakorpakem pun terus melakukan pengawasan sebagai antisipasi.

Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Probolinggo Yuni Priono mengatakan, hingga saat ini Bakorpakem masih mewaspadai adanya aliran-aliran kepercayaan yang menyimpang. Sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat. Karenanya, perlu ada antisipasi agar masyarakat tetap tenang dan situasi tetap kondusif.

“Anggota yang tergabung dalam Bakorpakem masih menemukan aliran yang diindikasi menyimpang. Didapatkan informasi ada aliran kepercayaan, kegiatan yang menyimpang, atau berbau radikal,” ujar Yuni usai rakor Bakorpakem di Kejari Kabupaten Probolinggo, Selasa (14/9).

Namun, menurut Yuni, aliran yang dicurigai tidak serta merta dapat dikatakan menyimpang. Harus lebih dulu dilakukan kajian mendalam dan pengawasan intens. Selain itu, juga dilakukan koordinasi dengan melibatkan beberapa unsur di Kabupaten Probolinggo. Mulai Kejaksaan, Kesbangpol dan Linmas, Disporaparbud, TNI, Kepolisian, MUI, dan FKUB.

“Ada indikasi, tetapi masih belum sampai pada kesimpulan aliran kepercayaan yang ada menyimpang. Masih kami awasi,” tandasnya.

Sejauh ini di Kabupaten Probolinggo menurutnya, ada tiga aliran yang menyimpang dan berhasil ditangani. Di antaranya, Aliran Suci di Daerah Wonomerto, Menyembah Matahari di Daerah Krucil dan Paiton, serta Aliran Poncosuro di Daerah Sumberasih.

“Ada tiga aliran menyimpang yang dulu pernah menjadi perhatian serius. Setelah ditangani sampai dengan saat ini, ketiga aliran tersebut sudah tidak ada,” tandasnya.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Masih ada aliran kepercayaan yang diindikasi menyimpang di Kabupaten Probolinggo. Bakorpakem pun terus melakukan pengawasan sebagai antisipasi.

Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Probolinggo Yuni Priono mengatakan, hingga saat ini Bakorpakem masih mewaspadai adanya aliran-aliran kepercayaan yang menyimpang. Sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat. Karenanya, perlu ada antisipasi agar masyarakat tetap tenang dan situasi tetap kondusif.

“Anggota yang tergabung dalam Bakorpakem masih menemukan aliran yang diindikasi menyimpang. Didapatkan informasi ada aliran kepercayaan, kegiatan yang menyimpang, atau berbau radikal,” ujar Yuni usai rakor Bakorpakem di Kejari Kabupaten Probolinggo, Selasa (14/9).

Namun, menurut Yuni, aliran yang dicurigai tidak serta merta dapat dikatakan menyimpang. Harus lebih dulu dilakukan kajian mendalam dan pengawasan intens. Selain itu, juga dilakukan koordinasi dengan melibatkan beberapa unsur di Kabupaten Probolinggo. Mulai Kejaksaan, Kesbangpol dan Linmas, Disporaparbud, TNI, Kepolisian, MUI, dan FKUB.

“Ada indikasi, tetapi masih belum sampai pada kesimpulan aliran kepercayaan yang ada menyimpang. Masih kami awasi,” tandasnya.

Sejauh ini di Kabupaten Probolinggo menurutnya, ada tiga aliran yang menyimpang dan berhasil ditangani. Di antaranya, Aliran Suci di Daerah Wonomerto, Menyembah Matahari di Daerah Krucil dan Paiton, serta Aliran Poncosuro di Daerah Sumberasih.

“Ada tiga aliran menyimpang yang dulu pernah menjadi perhatian serius. Setelah ditangani sampai dengan saat ini, ketiga aliran tersebut sudah tidak ada,” tandasnya.

MOST READ

BERITA TERBARU