Petani Padi Mulai Terganggu Hama Burung

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Di saat petani tembakau dan kubis mengeluhkan harga yang murah, petani padi di Kabupaten Probolinggo juga resah. Mereka mengeluhkan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menyerang sejak dua bulan belakangan. Serangan ini dikhawatirkan mengancam hasil panennya.

Salah seorang petani asal Desa Kertosono, Kecamatan Gading, Aqiqurrahman, 30, mengatakan, serangan OTP sudah terjadi sejak beberapa minggu lalu. Padahal, sebentar lagi tanaman padinya akan panen.

“Lahan kurang lebih 250 meter persegi milik saya hampir panen, namun serangan burung tidak dapat dikendalikan. Setiap hari saya harus menjaga lahan padi. Harus kerja ekstra,” ujarnya, kemarin.

Serangan burung itu juga mempengaruhi hasil panen. Ia mengatakan, meski sejatinya saat burung menyerang dampaknya tidak terlalu signifikan, namun bila dilakukan bertubi-tubi akan sangat berpengaruh. “Kalau tiap hari, bulir padinya bisa habis juga dan hanya menyisakan batangnya,” ujarnya.

Kasubbag Perencanaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Murfi Anggoro mengatakan, serang OPT menjadi tantangan tersendiri bagi petani saat hendak musim kemarau. Ditambah saat ini masuk musim tanam tembakau dan musim panen padi.

“Saat kemarau tantangannya memang seperti burung ini. Apalagi musim tembakau, sehingga OPT menjadi satu pada lahan padi. Sebab, di samping kanan-kirinya sudah jarang padi. Ditambah lagi saat ini memang musim panen padi,” jelasnya.

Sebelumnya, para petani telah melakukan beberapa upaya untuk mengatasi OPT. Salah satunya dengan mengusirnya secara manual menggunakan beragam alat sederhana yang memunculkan bunyi-bunyian. Peralatan itu membuat burung takut dan kabur, namun tak lama kemudian datang lagi. (mu/rud/fun)