alexametrics
28 C
Probolinggo
Monday, 17 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Reakreditasi 21 Puskesmas di Kab Probolinggo Ini Ditunda

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Usulan akreditasi ulang (reakreditasi) sebanyak 21 puskesmas di Kabupaten Probolinggo dipastikan ditunda. Penundaan ini merupakan dampak dari pandemi Covid-19 yang saat ini masih belum usai.

Reakreditasi merupakan upaya untuk perbaikan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara berkesinambungan kepada masyarakat. Namun, dengan adanya pandemi, surveyor dari Kementerian Kesehatan masih menunda survei. Sebab, masih fokus pada penanganan pandemi.

“Usulan sudah jauh-jauh hari dikirim, namun melihat situasi seperti saat ini, surveyor masih menunda pelaksanaan dan belum turun ke daerah,” ujar Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Mursid.

Berdasarkan usulan, ada 21 puskesmas yang akan dilakukan reakreditasi. Yang mana 3 di antaranya berstatus dasar, yakni Puskesmas Banyuanyar, Jorongan, dan Sumber, sebanyak 17 puskesmas berstatus madya, dan 1 puskesmas berstatus utama. Namun, ada satu puskesmas yang habis masa berlaku akreditasi pada tahun 2021 yang turut diusulkan tahun ini.

“Sebenarnya ada 22 puskesmas yang diusulkan tahun ini. Sebanyak 21 di antaranya memang habis masa berlaku akreditasinya. Serta, Puskesmas Besuk yang akan habis masa berlakunya di bulan Februari tahun depan turut kami usulkan,” tandasnya.

Menurut Mursid, pelayanan kesehatan yang ada di puskesmas serta survei beberapa komponen menjadi poin penilaian penting. Manajemen serta kepastian dokumen regulasi internal yang ada di puskesmas, turut menjadi bahan pertimbangan reakreditasi. Untuk itu, persiapan sudah dilakukan secara matang untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

“Kendati ada penundaan reakreditasi yang akan diusulkan kembali tahun depan, sebenarnya peningkatan pelayanan mutu layanan telah dilakukan oleh setiap puskesmas. Sehingga, puskesmas selalu siap jikalau tiba-tiba ada suvei dari kementerian kesehatan,” bebernya.

Pihaknya mengungkapkan, tidak ada target untuk reakreditasi yang dilakukan selama tiga tahun sekali ini. Namun demikian, upaya peningkatan kualitas layanan, manajemen, serta kepastian dokumen regulasi internal akan terus dilaksanakan.

“Jika kualitas layananan dan manajemen bagus pasti akan mengalami peningkatan status akreditasi. Atau paling tidak, statusnya akan sama dengan akreditasi sebelumnya,” ungkap Mursid. (ar/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Usulan akreditasi ulang (reakreditasi) sebanyak 21 puskesmas di Kabupaten Probolinggo dipastikan ditunda. Penundaan ini merupakan dampak dari pandemi Covid-19 yang saat ini masih belum usai.

Reakreditasi merupakan upaya untuk perbaikan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara berkesinambungan kepada masyarakat. Namun, dengan adanya pandemi, surveyor dari Kementerian Kesehatan masih menunda survei. Sebab, masih fokus pada penanganan pandemi.

“Usulan sudah jauh-jauh hari dikirim, namun melihat situasi seperti saat ini, surveyor masih menunda pelaksanaan dan belum turun ke daerah,” ujar Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Mursid.

Mobile_AP_Half Page

Berdasarkan usulan, ada 21 puskesmas yang akan dilakukan reakreditasi. Yang mana 3 di antaranya berstatus dasar, yakni Puskesmas Banyuanyar, Jorongan, dan Sumber, sebanyak 17 puskesmas berstatus madya, dan 1 puskesmas berstatus utama. Namun, ada satu puskesmas yang habis masa berlaku akreditasi pada tahun 2021 yang turut diusulkan tahun ini.

“Sebenarnya ada 22 puskesmas yang diusulkan tahun ini. Sebanyak 21 di antaranya memang habis masa berlaku akreditasinya. Serta, Puskesmas Besuk yang akan habis masa berlakunya di bulan Februari tahun depan turut kami usulkan,” tandasnya.

Menurut Mursid, pelayanan kesehatan yang ada di puskesmas serta survei beberapa komponen menjadi poin penilaian penting. Manajemen serta kepastian dokumen regulasi internal yang ada di puskesmas, turut menjadi bahan pertimbangan reakreditasi. Untuk itu, persiapan sudah dilakukan secara matang untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

“Kendati ada penundaan reakreditasi yang akan diusulkan kembali tahun depan, sebenarnya peningkatan pelayanan mutu layanan telah dilakukan oleh setiap puskesmas. Sehingga, puskesmas selalu siap jikalau tiba-tiba ada suvei dari kementerian kesehatan,” bebernya.

Pihaknya mengungkapkan, tidak ada target untuk reakreditasi yang dilakukan selama tiga tahun sekali ini. Namun demikian, upaya peningkatan kualitas layanan, manajemen, serta kepastian dokumen regulasi internal akan terus dilaksanakan.

“Jika kualitas layananan dan manajemen bagus pasti akan mengalami peningkatan status akreditasi. Atau paling tidak, statusnya akan sama dengan akreditasi sebelumnya,” ungkap Mursid. (ar/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2