alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Pasar Hewan Ditutup Diyakini Pedagang Pengaruhi Harga Sapi

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sejumlah pasar sapi yang ada di Probolinggo belakangan telah dibuka kembali Dinas Perindustrian dan Perdagangan meski baru uji coba. Hal tersebut dinilai beberapa pedagang mempengaruhi harga yang ada di pasaran.

Seperti yang diungkap Slamet, salah satu pedagang sapi di Pasar Besuk. Dia mengatakan, dari awal dibukanya pasar sapi memang ada beberapa hewan dagangnya yang laku, jika dibandingkan saat belum dibukanya pasar hewan. Meski begitu, harga sapi yang dijualnya mengalami penurunan.

“Sebelum ditutupnya pasar sapi, memang sapi saya ada yang laku, harganya normal. Namun, setelah dibuka pada masa uji coba ini, harga sangat merosot. Awalnya, harga sapi lokal saya yang dijual itu Rp 19 juta. Saat masa uji coba ini, ada pada Rp 16 juta. Ya mau tidak mau segitu saya jual, ketimbang tidak ada yang laku,” ujarnya.

Slamet menilai, adanya penutupan dan dibukanya kembali pasar dengan status uji coba, membuat pembeli enggan mendatangi pasar. Sebab, menurutnya, pembeli menilai bahwa pasar masih tidak aman dari Covid-19.

“Biasanya, jelang Idul Adha para pembeli sudah berdatangan. Namun, karena pembelinya merasa pasar ini masih belum dibuka resmi, mereka ada ketakutan untuk ke pasar, sehingga tawarannya murah,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan, persoalan harga itu memang biasa terjadi di kalangan pedagang dan pembeli. Bahkan, dia menyebut itu adalah rutinitas tahunan. Biasanya akan kembali naik saat Idul Adha sudah sangat dekat.

“Biasanya satu minggu menjelang Idul Adha akan naik harganya. Seperti pada Idul Adha tahun lalu. Di samping itu, harga daging sapi juga stabil, yakni Rp 100 ribu per kilogram. Jadi kalau harga daging stabil harga sapi juga stabil,” ujarnya, Selasa (14/7).

Di samping itu, mengenai pembukaan sapi secara resmi pihaknya optimistis. Sebab, melihat tingkat kepatuhan para pedangang akan imbauan protokoler kesehatan, sudah mulai naik. “Dari hasil evaluasi kemarin, tingkat kepatuhan para pedagang sudah mulai naik. Kami yakin dalam waktu dekat pasar hewan akan dibuka kembali,” ujarnya. (mg1/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sejumlah pasar sapi yang ada di Probolinggo belakangan telah dibuka kembali Dinas Perindustrian dan Perdagangan meski baru uji coba. Hal tersebut dinilai beberapa pedagang mempengaruhi harga yang ada di pasaran.

Seperti yang diungkap Slamet, salah satu pedagang sapi di Pasar Besuk. Dia mengatakan, dari awal dibukanya pasar sapi memang ada beberapa hewan dagangnya yang laku, jika dibandingkan saat belum dibukanya pasar hewan. Meski begitu, harga sapi yang dijualnya mengalami penurunan.

“Sebelum ditutupnya pasar sapi, memang sapi saya ada yang laku, harganya normal. Namun, setelah dibuka pada masa uji coba ini, harga sangat merosot. Awalnya, harga sapi lokal saya yang dijual itu Rp 19 juta. Saat masa uji coba ini, ada pada Rp 16 juta. Ya mau tidak mau segitu saya jual, ketimbang tidak ada yang laku,” ujarnya.

Slamet menilai, adanya penutupan dan dibukanya kembali pasar dengan status uji coba, membuat pembeli enggan mendatangi pasar. Sebab, menurutnya, pembeli menilai bahwa pasar masih tidak aman dari Covid-19.

“Biasanya, jelang Idul Adha para pembeli sudah berdatangan. Namun, karena pembelinya merasa pasar ini masih belum dibuka resmi, mereka ada ketakutan untuk ke pasar, sehingga tawarannya murah,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan, persoalan harga itu memang biasa terjadi di kalangan pedagang dan pembeli. Bahkan, dia menyebut itu adalah rutinitas tahunan. Biasanya akan kembali naik saat Idul Adha sudah sangat dekat.

“Biasanya satu minggu menjelang Idul Adha akan naik harganya. Seperti pada Idul Adha tahun lalu. Di samping itu, harga daging sapi juga stabil, yakni Rp 100 ribu per kilogram. Jadi kalau harga daging stabil harga sapi juga stabil,” ujarnya, Selasa (14/7).

Di samping itu, mengenai pembukaan sapi secara resmi pihaknya optimistis. Sebab, melihat tingkat kepatuhan para pedangang akan imbauan protokoler kesehatan, sudah mulai naik. “Dari hasil evaluasi kemarin, tingkat kepatuhan para pedagang sudah mulai naik. Kami yakin dalam waktu dekat pasar hewan akan dibuka kembali,” ujarnya. (mg1/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/