alexametrics
30.6 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Uji Kelayakan 268 Alat Ukur Pedagang di Pasar Maron

MARON, Radar Bromo– Pemkab Probolinggo terus berupaya mencegah adanya pedagang nakal yang mempermainkan alat ukur. Salah satunya dengan memeriksa alat ukur, timbang, takar, dan perlengkapannya (UTTP). Selasa (14/6), ada 268 UTTP milik pedagang Pasar Maron yang dicek kelayakannya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan, tera ulang merupakan kewajiban yang harus dilakukan para pemilik alat UTTP. Alat yang digunakan harus tepat ukuran, tepat takaran, dan tepat timbangan. Sehingga dapat menjamin konsumen saat melakukan transaksi jual beli.

“Dengan adanya tera ulang, nantinya tidak ada yang dirugikan. Baik pedagang sebagai pemilik alat UTTP, maupun pembeli sebagai penerima barang. Semua alat UTTP harus ditera ulang agar tidak ada kecurangan, sehingga ekonomi dan proses jual beli bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Dalam sidang tera ulang, Penera Ahli UPT Metrologi Legal DKUPP Kabupaten Probolinggo menerima 268 alat UTTP. Peralatan UTTP yang perlu diperbaiki, terlebih dahulu akan diperbaiki oleh reparatir dari Malang dan Kabupaten Probolinggo.

“Kegiatan yang dilakukan pada pasar tradisional untuk mewujudkan tertib ukur. Selain itu, bisa memberikan kepastian ukuran kepada konsumen yang sedang berbelanja di pasar tradisional,” ujar Kepala UPT Metrologi Legal Diyah Setyo Rini.

Sidang tera ulang sifatnya fokus pada satu tempat dan wajib tera harus datang dengan membawa alat UTTP. Masyarakat yang memiliki alat UTTP wajib melakukan tera ulang. Demi kebaikan diri sendiri sebagai pedagang dan memberikan kepercayaan kepada masyarakat selaku pembeli.

“Untuk memfasilitasi pemilik alat UTTP, pelaksanaan sidang tera di Pasar Maron kami lakukan selama tiga hari. Mulai Senin-Rabu (13-15/6). Harapannya bisa dimaksimalkan pemilik alat UTTP,” jelasnya. (ar/rud)

MARON, Radar Bromo– Pemkab Probolinggo terus berupaya mencegah adanya pedagang nakal yang mempermainkan alat ukur. Salah satunya dengan memeriksa alat ukur, timbang, takar, dan perlengkapannya (UTTP). Selasa (14/6), ada 268 UTTP milik pedagang Pasar Maron yang dicek kelayakannya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan, tera ulang merupakan kewajiban yang harus dilakukan para pemilik alat UTTP. Alat yang digunakan harus tepat ukuran, tepat takaran, dan tepat timbangan. Sehingga dapat menjamin konsumen saat melakukan transaksi jual beli.

“Dengan adanya tera ulang, nantinya tidak ada yang dirugikan. Baik pedagang sebagai pemilik alat UTTP, maupun pembeli sebagai penerima barang. Semua alat UTTP harus ditera ulang agar tidak ada kecurangan, sehingga ekonomi dan proses jual beli bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Dalam sidang tera ulang, Penera Ahli UPT Metrologi Legal DKUPP Kabupaten Probolinggo menerima 268 alat UTTP. Peralatan UTTP yang perlu diperbaiki, terlebih dahulu akan diperbaiki oleh reparatir dari Malang dan Kabupaten Probolinggo.

“Kegiatan yang dilakukan pada pasar tradisional untuk mewujudkan tertib ukur. Selain itu, bisa memberikan kepastian ukuran kepada konsumen yang sedang berbelanja di pasar tradisional,” ujar Kepala UPT Metrologi Legal Diyah Setyo Rini.

Sidang tera ulang sifatnya fokus pada satu tempat dan wajib tera harus datang dengan membawa alat UTTP. Masyarakat yang memiliki alat UTTP wajib melakukan tera ulang. Demi kebaikan diri sendiri sebagai pedagang dan memberikan kepercayaan kepada masyarakat selaku pembeli.

“Untuk memfasilitasi pemilik alat UTTP, pelaksanaan sidang tera di Pasar Maron kami lakukan selama tiga hari. Mulai Senin-Rabu (13-15/6). Harapannya bisa dimaksimalkan pemilik alat UTTP,” jelasnya. (ar/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/