alexametrics
30.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Lima CPNS Tunda Pelatihan karena Positif Covid-19

KRAKSAAN, Radar Bromo – Ada 5 calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Probolinggo yang harus menunda mengikuti latihan dasar (Latsar). Sebab, mereka kedapatan positif Covid-19, saat tes PCR di Labkesda Kabupaten Probolinggo. Kini, kelima CPNS itu harus menjalani isolasi di Puskesmas Paiton dan Puskesmas Maron.

Hal itu diungkapkan, Dewi Vironica selaku Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19, Kabupaten Probolinggo. Dewi mengatakan, para CPNS yang akan ikuti latsar CPNS wajib di tes PCR sebelumnya. Guna, memastikan mereka bebas dari Covid-19 dan tidak ada penyebaran virus selama latsar.

”Dari 391 CPNS yang dites swab PCR, ternyata ada 5 orang yang positif Covid-19. Kami pun langsung, bawa mereka untuk jalani karantina. Sebagian karantina di Puskesmas Paiton dan sebagian di Puskesmas Maron,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo, Hudan Syarifudin mengatakan, mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19, tidak menggugurkan statusnya sebagai CPNS. Mereka tetap bisa mengikuti latsar CPNS gelombang berikutnya.

Hudan mengatakan, latsar CPNS, tujuannya meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sesuai dengan kebutuhan instansi serta menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Selain itu, memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman dan pemberdayaan masyarakat serta menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik,” ungkapnya. (mas/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Ada 5 calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Probolinggo yang harus menunda mengikuti latihan dasar (Latsar). Sebab, mereka kedapatan positif Covid-19, saat tes PCR di Labkesda Kabupaten Probolinggo. Kini, kelima CPNS itu harus menjalani isolasi di Puskesmas Paiton dan Puskesmas Maron.

Hal itu diungkapkan, Dewi Vironica selaku Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19, Kabupaten Probolinggo. Dewi mengatakan, para CPNS yang akan ikuti latsar CPNS wajib di tes PCR sebelumnya. Guna, memastikan mereka bebas dari Covid-19 dan tidak ada penyebaran virus selama latsar.

”Dari 391 CPNS yang dites swab PCR, ternyata ada 5 orang yang positif Covid-19. Kami pun langsung, bawa mereka untuk jalani karantina. Sebagian karantina di Puskesmas Paiton dan sebagian di Puskesmas Maron,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo, Hudan Syarifudin mengatakan, mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19, tidak menggugurkan statusnya sebagai CPNS. Mereka tetap bisa mengikuti latsar CPNS gelombang berikutnya.

Hudan mengatakan, latsar CPNS, tujuannya meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sesuai dengan kebutuhan instansi serta menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Selain itu, memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman dan pemberdayaan masyarakat serta menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik,” ungkapnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU