alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pemilih di Kab Probolinggo Bertambah Hampir 3 Ribu

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Hanya dua tahun setelah Pemilu pada April 2019, potensi pemilih di Kabupaten Probolinggo bertambah hampir 3 ribu orang. Pada Pemilu 2019 DPT tercatat 884.636 orang dan pada April 2021 menjadi 887.196.

Komisioner Divisi Perencanaan dan Data KPU Kabupaten Probolinggo Mohammad Zamroni mengatakan, potensi pemilih bertambah 2.560 orang sampai triwulan I tahun 2021. Jumlah itu diketahui dari rekap pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan (PDPB).

Berdasarkan rekap PDPB tahun 2020, total pemilih 887.147 orang. Dan berdasarkan rekap PPDB sampai Triwulan I 2021, total pemilih mencapai 887.196.

“Tambahan potensi pemilih berasal dari pemilih baru, pindah domisili, dan alih status. Namun, paling banyak atau dominan masih pemilih baru,” terang Zamroni.

Berdasarkan rekap PPDB mulai Januari 2020 sampai Maret 2021, pemilih baru mencapai total 2.924 orang. Terdiri atas pemilih laki-laki 1.511 orang dan pemilih perempuan 1.413 orang.

Namun, ada pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) sebanyak 364 orang. Terdiri atas TMS laki-laki 182 dan TMS perempuan, juga 182 orang. Sehingga, total potensi pemilih sampai triwulan I tahun 2021 mencapai 2.560 orang.

“Jadi total sampai triwulan pertama tahun 2021, jumlah pemilih berdasarkan PDPB mencapai 887.196 orang atau bertambah 2.560 orang dari DPT Pemilu 2019,” lanjutnya.

Zamroni menuturkan, proses PDPB dilakukan dengan beberapa cara oleh pihaknya. Seperti, mencari sedikit demi sedikit data baru.

“Kami juga mendapatkan data dengan bersumber pada verifikasi faktual yang dilakukan saat pilkades kemarin,” ujarnya.

Pandemi Covid-19, menurutnya, memengaruhi proses PDPB. Pendataan dengan cara sosialisasi ke sekolah maupun kampus atau KPU Goes to School, tidak lagi dilakukan di awal pandemi.

“Dengan diliburkannya sekolah-sekolah tersebut, praktis sistem pendataan yang selama ini dilakukan mengalami kendala,” tuturnya.

Meski ada tambahan potensi pemilih pada PDPB, menurutnya, hal itu tidak menimbulkan konsekuensi apapun pada DPRD setempat. Tidak menambah ataupun mengurangi jumlah anggota DPRD yang bakal dipilih pada pemilu mendatang.

“Jumlah anggota DPRD kan ditentukan oleh jumlah penduduk, bukan jumlah DPT. Jadi walaupun DPT-nya tidak sampai satu juta, tapi jumlah penduduknya lebih dari satu juta, tetap anggota DPRD 50 orang,” terangnya. (mu/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Hanya dua tahun setelah Pemilu pada April 2019, potensi pemilih di Kabupaten Probolinggo bertambah hampir 3 ribu orang. Pada Pemilu 2019 DPT tercatat 884.636 orang dan pada April 2021 menjadi 887.196.

Komisioner Divisi Perencanaan dan Data KPU Kabupaten Probolinggo Mohammad Zamroni mengatakan, potensi pemilih bertambah 2.560 orang sampai triwulan I tahun 2021. Jumlah itu diketahui dari rekap pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan (PDPB).

Berdasarkan rekap PDPB tahun 2020, total pemilih 887.147 orang. Dan berdasarkan rekap PPDB sampai Triwulan I 2021, total pemilih mencapai 887.196.

Mobile_AP_Half Page

“Tambahan potensi pemilih berasal dari pemilih baru, pindah domisili, dan alih status. Namun, paling banyak atau dominan masih pemilih baru,” terang Zamroni.

Berdasarkan rekap PPDB mulai Januari 2020 sampai Maret 2021, pemilih baru mencapai total 2.924 orang. Terdiri atas pemilih laki-laki 1.511 orang dan pemilih perempuan 1.413 orang.

Namun, ada pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) sebanyak 364 orang. Terdiri atas TMS laki-laki 182 dan TMS perempuan, juga 182 orang. Sehingga, total potensi pemilih sampai triwulan I tahun 2021 mencapai 2.560 orang.

“Jadi total sampai triwulan pertama tahun 2021, jumlah pemilih berdasarkan PDPB mencapai 887.196 orang atau bertambah 2.560 orang dari DPT Pemilu 2019,” lanjutnya.

Zamroni menuturkan, proses PDPB dilakukan dengan beberapa cara oleh pihaknya. Seperti, mencari sedikit demi sedikit data baru.

“Kami juga mendapatkan data dengan bersumber pada verifikasi faktual yang dilakukan saat pilkades kemarin,” ujarnya.

Pandemi Covid-19, menurutnya, memengaruhi proses PDPB. Pendataan dengan cara sosialisasi ke sekolah maupun kampus atau KPU Goes to School, tidak lagi dilakukan di awal pandemi.

“Dengan diliburkannya sekolah-sekolah tersebut, praktis sistem pendataan yang selama ini dilakukan mengalami kendala,” tuturnya.

Meski ada tambahan potensi pemilih pada PDPB, menurutnya, hal itu tidak menimbulkan konsekuensi apapun pada DPRD setempat. Tidak menambah ataupun mengurangi jumlah anggota DPRD yang bakal dipilih pada pemilu mendatang.

“Jumlah anggota DPRD kan ditentukan oleh jumlah penduduk, bukan jumlah DPT. Jadi walaupun DPT-nya tidak sampai satu juta, tapi jumlah penduduknya lebih dari satu juta, tetap anggota DPRD 50 orang,” terangnya. (mu/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2