alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Catat 221 Korban dari Januari-Awal Mei, 46 Meninggal Dunia

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Angka kecelakaan di wilayah hukum Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo, terbilang tinggi. Dari Januari hingga awal Mei, tercatat ada 160 insiden kecelakaan yang terjadi dengan 221 korban. Sebanyak 46 korban di antaranya meninggal dunia.

Kanitlaka Satlantas Polres Probolinggo menyebutkan, dari ratusan korban yang terlibat dalam kejadian kecelakaan, rinciannya ada 175 korban mengalami luka ringan (LR) dan 46 meninggal dunia (MD). “Sementara untuk korban yang mengalami luka berat (LB) nihil,” ujarnya.

Harayasa menyebutkan, korban kecelakaan dilihat dari jenis profesi, mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) ada 6 korban, swasta 100 korban. Sementara ada 33 korban berstatus pelajar.

Sedangkan pada jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan ada 5. Yakni kendaraan motor 193, mobil penumpang 16, mobil barang 33, dan 2 bus. Sedangkan untuk kendaraan khusus dari awal tahun hingga saat ini masih nihil.

“Di tiap bulannya, kendaraan yang terlibat kecelakaan didominasi oleh roda dua dengan angka paling tinggi pada April lalu sebanyak 54 kendaraan. Kemudian disusul oleh kendaraan mobil barang, terbanyak pada Maret yakni 13 kendaraan,” ujarnya.

Sementara itu untuk data posisi dan kronologi kecelakaan, mayoritas terjadi akibat kecelakaan depan samping dengan 33 kejadian. Sementara kecelakaan dengan adu moncong 28 kejadian. Untuk tabrak depan belakang ada 20 kejadian dan kecelakaan samping-samping 31 kejadian. “Kejadian tabrak manusia juga ada, yakni 14 kejadian,” ujarnya.

Ia menyebutkan, untuk lokasi kejadian kecelakaan tertinggi, terjadi di jalan Nasional atau Pantura. Angkanya ada 79 kejadian. “Sedangkan untuk jalan kabupaten atau daerah itu ada 72 kejadian dan jalan provinsi 6 kejadian,” ujarnya.

Adanya kejadian tersebut, diungkapkan Harayasa, terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor. Dimulai dari kelalaian manusia atau human eror dan faktor cuaca.

“Berkendara saat mengantuk sangat berbahaya. Sehingga, lebih baik menepi untuk melepas penat dan kantuk. Selain itu saat cuaca tidak mendukung jangan melanjutkan perjalanan, berteduh atau mencari tempat yang aman dulu,” ujarnya. (mu/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Angka kecelakaan di wilayah hukum Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo, terbilang tinggi. Dari Januari hingga awal Mei, tercatat ada 160 insiden kecelakaan yang terjadi dengan 221 korban. Sebanyak 46 korban di antaranya meninggal dunia.

Kanitlaka Satlantas Polres Probolinggo menyebutkan, dari ratusan korban yang terlibat dalam kejadian kecelakaan, rinciannya ada 175 korban mengalami luka ringan (LR) dan 46 meninggal dunia (MD). “Sementara untuk korban yang mengalami luka berat (LB) nihil,” ujarnya.

Harayasa menyebutkan, korban kecelakaan dilihat dari jenis profesi, mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) ada 6 korban, swasta 100 korban. Sementara ada 33 korban berstatus pelajar.

Mobile_AP_Half Page

Sedangkan pada jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan ada 5. Yakni kendaraan motor 193, mobil penumpang 16, mobil barang 33, dan 2 bus. Sedangkan untuk kendaraan khusus dari awal tahun hingga saat ini masih nihil.

“Di tiap bulannya, kendaraan yang terlibat kecelakaan didominasi oleh roda dua dengan angka paling tinggi pada April lalu sebanyak 54 kendaraan. Kemudian disusul oleh kendaraan mobil barang, terbanyak pada Maret yakni 13 kendaraan,” ujarnya.

Sementara itu untuk data posisi dan kronologi kecelakaan, mayoritas terjadi akibat kecelakaan depan samping dengan 33 kejadian. Sementara kecelakaan dengan adu moncong 28 kejadian. Untuk tabrak depan belakang ada 20 kejadian dan kecelakaan samping-samping 31 kejadian. “Kejadian tabrak manusia juga ada, yakni 14 kejadian,” ujarnya.

Ia menyebutkan, untuk lokasi kejadian kecelakaan tertinggi, terjadi di jalan Nasional atau Pantura. Angkanya ada 79 kejadian. “Sedangkan untuk jalan kabupaten atau daerah itu ada 72 kejadian dan jalan provinsi 6 kejadian,” ujarnya.

Adanya kejadian tersebut, diungkapkan Harayasa, terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor. Dimulai dari kelalaian manusia atau human eror dan faktor cuaca.

“Berkendara saat mengantuk sangat berbahaya. Sehingga, lebih baik menepi untuk melepas penat dan kantuk. Selain itu saat cuaca tidak mendukung jangan melanjutkan perjalanan, berteduh atau mencari tempat yang aman dulu,” ujarnya. (mu/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2