alexametrics
25 C
Probolinggo
Friday, 26 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Sepanjang 2020, Investasi Masuk Kab Probolinggo Tembus Rp 3,421 T

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo– Penetapan Kraksaan sebagai ibu kota Kabupaten Probolinggo sejak awal diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang makin baik. Salah satunya, secara khusus perputaran ekonomi di wilayah timur makin baik. Dan secara umum mampu menarik makin banyak investasi.

Kabupaten Probolinggo sendiri selama tahun 2020 menjadi daerah dengan jumlah investasi cukup tinggi. Berdasarkan rilis resmi BKPM RI, pada periode Januari sampai September 2020, total investasi (PMA dan PMDN) di Kabupaten Probolinggo senilai Rp 3,421 triliun. Bahkan, capaian investasi itu urutan keenam tertinggi di Jawa Timur.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, capaian investasi Kabupaten Probolinggo tahun 2020 dalam lingkup regional Jatim menduduki peringkat keenam.

Di posisi teratas sampai kelima ada Kota Surabaya Rp 14,87 triliun, Kabupaten Gresik Rp 14,22 triliun, Kabupaten Pasuruan Rp 7,07 triliun, Kabupaten Sidoarjo Rp 6,24 triliun, dan Kabupaten Tuban Rp 5,31 triliun.

”Realisasi investasi Kabupaten Probolinggo mencapai sekitar Rp 3,421 triliun. Urutan tertinggi keenam se-Jatim,” kata Kristiana, kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Kabupaten Probolinggo.

Secara detail, menurutnya, investasi sebesar Rp 3,421 triliun tersebut terdiri atas PMA (Penanaman Modal Asing) sebesar Rp 0,057 triliun dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) sebesar Rp 3,634 triliun. Nilai investasi PMA turun 53,1 persen dari dari investasi tahun 2019 yang tercatat Rp 0,121 triliun. Sedangkan nilai investasi PMDN turun 58,6 persen dari investasi 2019 yang tercatat Rp 8,125 T.

”Harus diakui, pandemi Covid-19 memang memberikan tantangan yang luar biasa bagi iklim investasi. Karena itu, dilakukan berbagai upaya untuk menciptakan peluang-peluang untuk  menarik investor ke Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Di antaranya, menurut Kristiana, pada akhir September 2020 Dinas PM-PTSP Kabupaten Probolinggo menggelar talkshow dengan topik “Rembug Investasi.” Acara ini melibatkan pelaku usaha baik PMA maupun PMDN di Kabupaten Probolinggo.

”Upaya-upaya lain juga dilakukan seperti, perbaikan kualitas pelayanan perizinan dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung layanan perizinan secara online serta mengurangi potensi penyebaran Covid-19,” paparnya. (mas/hn)

 

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo– Penetapan Kraksaan sebagai ibu kota Kabupaten Probolinggo sejak awal diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang makin baik. Salah satunya, secara khusus perputaran ekonomi di wilayah timur makin baik. Dan secara umum mampu menarik makin banyak investasi.

Kabupaten Probolinggo sendiri selama tahun 2020 menjadi daerah dengan jumlah investasi cukup tinggi. Berdasarkan rilis resmi BKPM RI, pada periode Januari sampai September 2020, total investasi (PMA dan PMDN) di Kabupaten Probolinggo senilai Rp 3,421 triliun. Bahkan, capaian investasi itu urutan keenam tertinggi di Jawa Timur.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, capaian investasi Kabupaten Probolinggo tahun 2020 dalam lingkup regional Jatim menduduki peringkat keenam.

Mobile_AP_Half Page

Di posisi teratas sampai kelima ada Kota Surabaya Rp 14,87 triliun, Kabupaten Gresik Rp 14,22 triliun, Kabupaten Pasuruan Rp 7,07 triliun, Kabupaten Sidoarjo Rp 6,24 triliun, dan Kabupaten Tuban Rp 5,31 triliun.

”Realisasi investasi Kabupaten Probolinggo mencapai sekitar Rp 3,421 triliun. Urutan tertinggi keenam se-Jatim,” kata Kristiana, kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Kabupaten Probolinggo.

Secara detail, menurutnya, investasi sebesar Rp 3,421 triliun tersebut terdiri atas PMA (Penanaman Modal Asing) sebesar Rp 0,057 triliun dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) sebesar Rp 3,634 triliun. Nilai investasi PMA turun 53,1 persen dari dari investasi tahun 2019 yang tercatat Rp 0,121 triliun. Sedangkan nilai investasi PMDN turun 58,6 persen dari investasi 2019 yang tercatat Rp 8,125 T.

”Harus diakui, pandemi Covid-19 memang memberikan tantangan yang luar biasa bagi iklim investasi. Karena itu, dilakukan berbagai upaya untuk menciptakan peluang-peluang untuk  menarik investor ke Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Di antaranya, menurut Kristiana, pada akhir September 2020 Dinas PM-PTSP Kabupaten Probolinggo menggelar talkshow dengan topik “Rembug Investasi.” Acara ini melibatkan pelaku usaha baik PMA maupun PMDN di Kabupaten Probolinggo.

”Upaya-upaya lain juga dilakukan seperti, perbaikan kualitas pelayanan perizinan dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung layanan perizinan secara online serta mengurangi potensi penyebaran Covid-19,” paparnya. (mas/hn)

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2