Target Retribusi Parkir Pasar di Kab Probolinggo Stagnan

DRINGU, Radar Bromo – Sepanjang 2019, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo menargetkan bisa mengumpulkan Rp 80 juta dari retribusi parkir. Syukur, sampai akhir tahun tercapai. Namun, tercapainya target ini tak membuat Disperindag menaikkan targetnya untuk 2020.

Kabid Pasar Disperindag Kabupaten Probolinggo Andi Wiroso mengatakan, pada 2019 pihaknya ditargetkan mendapatkan Rp 80 juta dari retribusi parkir. “Retribusi parkir yang kami maksud adalah parkir yang berada di kompleks pasar. Kalau parkir di luar pasar itu miliknya Dishub (Dinas Perhubungan),” ujarnya.

Andi mengatakan, pengelolaan sumber pendapatan asli daerah (PAD) dari lahan parkir itu dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Dengan perjanjian, pendapatannya disetor setiap akhir tahun. Sedikitnya, ada 34 lahan parkir di 34 pasar yang menjadi sumber PAD Disperindag.

“Kami mengerti kenapa baru disetor hasilnya ini, karena memang ada pendataan yang akurat. Yang retribusi pasarnya saja kami masih piutangkan sampai 2020. Jadi, kami maklumi,” ujarnya.

Selain PAD retribusi parkir, Disperindag juga mendapatkan suntikan PAD dari retribusi pasar. “Bidang pasar ada dua target PAD. Yakni, retribusi pasar yang tahun ini mencapai Rp 3,85 miliar dan retribusi parkir pasar Rp 80 juta. Artinya, PAD yang harus kami kumpulkan hampir mencapai Rp 4 miliar dalam setahun,” jelas Andi.

Meski target retribusi parkirnya terpenuhi, Andi mengaku, sepanjang tahun ini tidak akan menaikkan targetnya. Berbeda dengan target retribusi pasar yang naik. “Untuk PAD retribusi parkir, targetnya tetap (Rp 80 juta). Sedangkan, untuk retribusi pasar naik dari Rp 3,7 miliar menjadi Rp 3,85 miliar,” ujarnya. (mg1/rud)