Anggaran Minim, Ini Strategi Koni Kab Probolinggo

DRINGU, Radar Bromo – Alokasi anggaran untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo jauh dari perkiraan. Hanya Rp 3 miliar. Minimnya dana hibah itu membuat KONI harus memutar otak keras-keras. Sebab, tahun depan akan ada Porprov 2021.

Satu-satunya solusi yang bisa dilakukan KONI adalah membatasi cabang olahraga (cabor) yang mendapatkan dana hibah pembinaan. Kini, KONI tengah mengkaji cabor mana yang masuk unggulan dan layak untuk mendapatkan dana hibah pembinaan.

Hal itu disampaikan Sekretaris KONI Kabupaten Probolinggo Chalid Abu Bakar. Menurutnya, anggaran KONI tahun ini telah ditetapkan Rp 3 miliar. Anggaran ini di bawah dari nilai yang diajukan KONI pada akhir 2019. Saat itu pihaknya mengajukan anggaran sekitar Rp 5,3 miliar.

Minimnya anggaran ini sempat didiskusikan dengan Wakil Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko. “Kami sudah diskusikan bersama Bapak Wabup. Beliau minta KONI bisa memaksimalkan anggaran yang ada,” ujarnya.

Chalid mengaku, pihaknya harus memutar otak lebih keras untuk bisa memaksimalkan anggaran yang ada. Pengajuan sekitar Rp 5,3 miliar bukan tanpa alasan. Pihaknya mempertimbangkan tahun depan akan diadakan Porprov, sehingga persiapannya harus dimulai tahun ini. “Dengan anggaran yang ada, kami tetap akan mempersiapkan diri menghadapi Porprov 2021,” ujarnya.

Chalid mengaku kini tengah mengkaji cabor yang memiliki record bagus dan layak masuk cabor unggulan. Karena dari 27 cabor itu akan dipetakan cabor unggulan dan tidak. “Tentunya dana pembinaan akan diberikan hanya pada cabor unggulan. Sedangkan, cabor bukan unggulan akan berbeda,” ujarnya. (mas/rud)