alexametrics
25 C
Probolinggo
Monday, 4 July 2022

Prediksi Hanya Mampu Tambah 2 Ribu Ton Garam

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskan) Kabupaten Probolinggo masih tetap berupaya mengejar kekurangan target produksi garam. Dengan adanya tambak garam yang tersebar di wilayah pantura, upaya produksi terus dilakukan.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo, Hari Pur Sulistiono memprediksi, target garam tidak akan tercapai karena faktor cuaca. Akan tetapi, bukan berarti produksi garam yang menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat dibiarkan begitu saja. Produksi garam harus tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Memang susah untuk dikejar, tetapi produksi garam tetap harus jalan. Dari keseluruhan tambak garam yang ada, kami perkirakan sekitar 2 ribu ton dapat menutupi kekurangan target yang saat ini terjadi,” ungkapnya.

Hari menjelaskan, sebelumnya Diskan sempat memprediksikan akan terjadi kenaikan produksi garam pada bulan Oktober dan November. Sebab musim kemarau yang melanda Kabupaten Probolinggo begitu terik. Cuaca yang cukup terik membuat produksi garam lebih maksimal.

“Awalnya kami memprediksi ada sekitar 10 ribu ton tambahan garam pada bulan Oktober dan November. Tapi sudah turun hujan, sehingga hitungan sudah di luar perkiraan,” ujarnya.

Sejauh ini ada beberapa petambak garam yang masih konsisten melakukan produksi garam. Sebab masih ada permintaan pasar yang harus dipenuhi. Petambak garam pun memproduksi garam dengan keterbatasan yang ada. Termasuk lebih peka membaca cuaca agar kristalisasi garam dapat dilakukan dengan baik.

“Sebagian petambak garam di Pajarakan dan Kraksaan masih produksi. Dengan kondisi cuaca yang sering turun hujan hasil yang diperoleh tentu belum maksimal,” katanya. (ar/fun)

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskan) Kabupaten Probolinggo masih tetap berupaya mengejar kekurangan target produksi garam. Dengan adanya tambak garam yang tersebar di wilayah pantura, upaya produksi terus dilakukan.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo, Hari Pur Sulistiono memprediksi, target garam tidak akan tercapai karena faktor cuaca. Akan tetapi, bukan berarti produksi garam yang menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat dibiarkan begitu saja. Produksi garam harus tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Memang susah untuk dikejar, tetapi produksi garam tetap harus jalan. Dari keseluruhan tambak garam yang ada, kami perkirakan sekitar 2 ribu ton dapat menutupi kekurangan target yang saat ini terjadi,” ungkapnya.

Hari menjelaskan, sebelumnya Diskan sempat memprediksikan akan terjadi kenaikan produksi garam pada bulan Oktober dan November. Sebab musim kemarau yang melanda Kabupaten Probolinggo begitu terik. Cuaca yang cukup terik membuat produksi garam lebih maksimal.

“Awalnya kami memprediksi ada sekitar 10 ribu ton tambahan garam pada bulan Oktober dan November. Tapi sudah turun hujan, sehingga hitungan sudah di luar perkiraan,” ujarnya.

Sejauh ini ada beberapa petambak garam yang masih konsisten melakukan produksi garam. Sebab masih ada permintaan pasar yang harus dipenuhi. Petambak garam pun memproduksi garam dengan keterbatasan yang ada. Termasuk lebih peka membaca cuaca agar kristalisasi garam dapat dilakukan dengan baik.

“Sebagian petambak garam di Pajarakan dan Kraksaan masih produksi. Dengan kondisi cuaca yang sering turun hujan hasil yang diperoleh tentu belum maksimal,” katanya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/